Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Diduga Diracun, Malaysia Usut Penyebab Kematian 4 Gajah di Johor

📅 Selasa, 04 Jun 2024, 13:22 WIB | Oleh: Tim Penulis
Diduga Diracun, Malaysia Usut Penyebab Kematian 4 Gajah di Johor Doc: New Straits Times
Ket. Petugas memeriksa bangkai hewan yang ditemukan di Kluang, Johor.

KUALA LUMPUR - Kementerian Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan (NRES) Malaysia melalui Departemen Perlindungan Satwa Liar dan Taman Nasional (PERHILITAN) mengusut penyebab kematian empat gajah di Jalan Kahang Timur-Felda Ulu Dengar, Kluang, Johor, Sabtu (1/6).

Menteri Sumber Daya Alam dan Kelestarian Lingkungan Nik Nazmi Nik Ahmad dalam pernyataan media yang diakses di Kuala Lumpur, Selasa, mengatakan kementeriannya memandang serius insiden kematian empat ekor gajah tersebut dan penyelidikan lebih lanjut dilakukan Departemen PERHILITAN Semenanjung Malaysia, termasuk sedang menjalankan pemeriksaan dan pemantauan di sekitar kawasan.

Ia mengatakan laporan awal mengidentifikasi bangkai seekor gajah betina dan tiga ekor gajah jantan yang mati tersebut merupakan kelompok (identification-ID) Bandar Tenggara di Hutan Lindung Lenggor, Hutan Lindung Kluang dan Kluang Tambahan, Hutan Lindung Labir, Hutan Simpan Sembrong dan Taman Nasional Endau Rompin.

Habitat utama gajah-gajah itu dikelilingi oleh kawasan pertanian, perladangan dan penempatan penduduk. "Ingin saya tekankan di sini Bahia habitat dan kawasan liar gajah adalah penting untuk menampung keperluan populasi gajah karena kehilangan habitat akibat perubahan guna lahan untuk aktivitas-aktivitas pertanian, perladangan, pemukiman, perkotaan serta pembangunan infrastruktur mengakibatkan konflik manusia dan gajah," ujar dia.

Konflik manusia dan gajah, menurut dia, dapat mengakibatkan penghancuran tanaman pertanian, kerusakan harta benda, cedera dan hilang nyawa.

Berdasarkan catatan Departemen PERHILITAN, ia mengatakan sebanyak 646 aduan konflik manusia dan gajah telah terjadi di Johor selama periode 2020 hingga Mei 2024, dan dari jumlah tersebut sebanyak 292 aduan (45 persen) terjadi di daerah Kluang.

NERS, melalui Departemen Perhilitan selalu berupaya menangani isu konflik manusia dan alam liar. Namun, ia mengatakan bahwa usaha itu memerlukan kerja sama dan keterlibatan Pemerintah Negara Bagian dan para pengusaha ladang.

Ia juga mendesak para pengusaha ladan supaya lebih prihatin pada ekosistem sekitar ladang serta melaksanakan praktik pengelolaan pertanian yang baik (good agricultural practices).

Laporan sejumlah media lokal menyebut kematian empat ekor gajah tersebut diduga karena diracun. Otopsi termasuk tes kimia diperkirakan mengambil waktu dua hingga tiga pekan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Megapolitan
Tangerang Bergetar Dengar K...
Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.