Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sulbar Akan Kembangkan Ikan Air Tawar di Pegunungan

📅 Senin, 03 Jun 2024, 02:04 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sulbar Akan Kembangkan Ikan Air Tawar di Pegunungan Doc: ANTARA/HO Humas Pemprov Sulbar
Ket. Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyusun rencana budi daya ikan air tawar di wilayah pegunungan yakni di Kabupaten Mamasa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat (2/6/2024).

Mamuju, - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar) menyusun rencana budi daya ikan air tawar di wilayah pegunungan yakni di Kabupaten Mamasa untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Pemprov Sulbar menyusun rencana pengembangan budi daya ikan air tawar karena Sulbar memiliki sumber daya air melimpah di pegunungan yang akan mendukung program tersebut," kata penjabat Gubernur Sulbar Bahtiar Baharuddin di Mamuju, Minggu.

Ia mengatakan, Pemprov Sulbar akan memanfaatkan lahan sawah tadah hujan di Mamasa untuk dialihfungsikan menjadi areal mengembangkan budi daya air tawar, karena lebih menjanjikan meningkatkan pendapatan masyarakat.

"Komoditi ikan air tawar yang dapat dikembangkan dengan sistem bio flog atau kolam ikan buatan memanfaatkan lahan sawah tadah hujan yang tidak produktif, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Mamasa, adalah ikan lele dan nila," katanya.

Menurut dia, pengembangan budi daya ikan air tawar tersebut juga sebagai antisipasi untuk menghentikan budaya masyarakat dengan merusak hutan untuk membuka lahan perkebunan, karena dapat mengakibatkan bencana banjir dan longsor yang merugikan masyarakat di Mamasa.

"Hutan lindung di Mamasa hanya tersisa sekitar 62 persen dari luas wilayahnya, sehingga tidak boleh dirusak lagi untuk membuka lahan perkebunan dan pertanian baru, karena akan mengakibatkan bencana, sehingga mesti ada alternatif usaha ekonomi untuk meningkatkan pendapatan masyarakat yakni budi daya ikan air tawar," katanya.

Ia mengatakan, selain budi daya ikan air tawar, Pemprov Sulbar juga akan meningkatkan sektor peternakan di Mamasa sebagai alternatif ekonomi masyarakat karena sektor peternakan juga tidak akan merusak hutan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Nusron Wahid Dua Kali Mangk...
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.