Menelusuri Penyebab Kekalutan Remaja Lewat 'Saat Menghadap Tuhan'
📅 Minggu, 02 Jun 2024, 22:22 WIB | Oleh: OnesAmarah yang menguasainya mendorong untuk menyewa seorang preman untuk membunuh Damar ketika malam tiba.
Di saat yang sama, Damar dan Gito mengetahui bahwa Nala membutuhkan pertolongan, baik dari pihak berwajib maupun pendampingan secara mental. Di sini, perasaan Damar makin berkecamuk menjadi brutal.
Konflik kian meningkat, setelah Maya tidak sengaja melihat sebuah video yang direkam oleh Gito secara diam-diam. Perbuatan ini jugalah yang menguji persahabatan Gito dan Damar, setelah sekian lamanya mereka bina bersama.
Sesuai dengan analogi "bom waktu", Damar akhirnya mengambil keputusan ekstrem untuk mengulang kesalahan yang sama semasa kecil. Apalagi setelah gagal melindungi Gito dari perbuatan Marlo.
Sebaiknya Anda baca juga:
Selama pertunjukan diputar, beberapa adegan mungkin terlalu ekstrem untuk dilihat oleh penonton yang berusia di bawah 17 tahun. Hal ini dikarenakan Rudi dengan apa adanya menyorot tiap permasalahan dari jarak yang begitu dekat, seakan kita dapat merasakan ketakutan korban.
Terkait dengan audio, Rudi dan tim dari rumah produksi RexCorp memilih menggunakan alunan melodi yang ringan dan membuat pendengarnya merasakan kedekatan dengan para tokoh yang ditampilkan.
Walaupun demikian, mereka tetap berhasil menggambarkan kepedihan yang digunakan sebagai penghias alur cerita. Begitu audio yang mencekam diputar, mereka juga berhasil dengan tegas menyuguhkan sebuah pertunjukan yang isunya layak untuk lebih banyak dibincangkan pada era ini.
Sebaiknya Anda baca juga:
Melalui film "Saat Menghadap Tuhan" kita dapat menyaksikan betul bagaimana para remaja tidak berani mengutarakan isi hatinya, bahkan sekadar untuk meminta tolong.
Ketidakpedulian orang tua dan tenaga didik yang disorot dalam film akan menuntun kita pada pertanyaan: siapa yang bertanggung jawab atas semua masalah ini?
Film "Saat Menghadap Tuhan", dapat disaksikan di bioskop kesayangan anda mulai 6 Juni 2024.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!