Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Kementan dan UGM Kolaborasi Tingkatkan Produksi Susu Nasional

📅 Minggu, 02 Jun 2024, 23:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Kementan dan UGM Kolaborasi Tingkatkan Produksi Susu Nasional Doc: ANTARA/HO-Humas Kementan
Ket. Kementerian Pertanian dan Fakultas Peternakan UGM memperingari Hari Susu Nusantara di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Sabtu (1/6/2024).

Jakarta- Kementerian Pertanian (Kementan) dan Universitas Gajah Mada (UGM) membangun kolaborasi untuk memperkuat industri persusuan nasional, sebagai upaya meningkatkan produksi susu dalam negeri.

"Kita tidak hanya fokus pada swasembada daging, tapi juga swasembada protein hewani, termasuk ternak perah yang menghasilkan susu," kata Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan Nasrullah dalam keterangan di Jakarta, Minggu.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya bersama Fakultas PeternakanUGM memperingati Hari Susu Nusantara (HSN) yang diperingati pada 1 Juni 2024.

Dia menjelaskan hal itu menjadi momentum penting bagi Kementandan UGM untuk memperkuat industri persusuan nasional.

Dia mengatakan produksi susu bukan hanya soal ekonomi tetapi juga berperan penting dalam mencerdaskan anak-anak bangsa, mengingat susu sumber protein vital untuk perkembangan otak dan kesehatan.

Ia menekankan pentingnya meningkatkan konsumsi susu di Indonesia sebagai langkah strategis untuk mencapai Indonesia Emas2045.

"Mengonsumsi susu secara rutin bisa meningkatkan kesehatan dan produktivitas masyarakat Indonesia, yang pada gilirannya mendukung tercapainya visi Indonesia Emas 2045," ujar Nasrullah.

Ia menegaskan komitmen Kementan untuk terus mengembangkan komoditas peternakan, khususnya sapi perah, sebagai sumber protein hewani.

Hal ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang berfokus pada peningkatan produksi komoditas nasional.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, katanya, populasi sapi perah di Indonesia mencapai 514 ribu ekor dengan produksi susu segar dalam negeri (SSDN) sebesar 0,9 juta ton, sedangkan kebutuhan susu industri mencapai 4,3 juta ton.

Selain itu, terdapat 32 industri pengolah susu (IPS) di Indonesiadengan 14 di antaranya telah bermitra dengan peternak lokal untuk menyerap SSDN.

Nasrullah melihat hal ini sebagai peluang besar bagi para pelaku usaha peternakan dan investor untuk mengembangkan usaha sapi perah di Indonesia.

"Kita punya potensi besar dalam usaha ternak sapi perah yang menyumbang produksi susu nasional. Ini merupakan peluang sekaligus tantangan bagi kita semua," katanya.

Dekan Fakultas Peternakan UGM Budi Guntoro menekankan potensi populasi sapi perah saat ini dengan target peningkatan kebutuhan protein asal hewani menjadi peluang dan tantangan dalam pembangunan peternakan sapi perah.

"Tantangan ke depan adalah membangun peternakan yang lebih baik. Oleh karena itu, dengan adanya HSN dan sarasehan ini, diharapkan ada sinergi yang saling menguntungkan untuk membangun sapi perah," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Nasional
Polri Gelar Upacara Serah T...
Megapolitan
Gubernur DKI Cek Pelayanan ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.