Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

OpenAI: Aktor-aktor yang Didukung Negara Gunakan AI untuk Disinformasi

📅 Jumat, 31 Mei 2024, 10:17 WIB | Oleh: Tim Penulis
OpenAI: Aktor-aktor yang Didukung Negara Gunakan AI untuk Disinformasi Doc: NDTV/AFP
Ket. OpenAI mengatakan kampanye-kampenye yang mengganggu berasal dari Russia, Tiongkok, Iran, dan sebuah perusahaan swatsa di Israel.

SAN FRANCISCO - OpenAI, perusahaan di balik ChatGPT, mengatakan telah mengganggu (disrupsi) lima operasi pengaruh rahasia selama tiga bulan terakhir yang berupaya menggunakan model kecerdasan buatannya untuk aktivitas yang menipu.

Dalam postingan blognya, Kamis (30/5), OpenAI mengatakan kampanye yang ter-disrupsi tersebut berasal dari Russia, Tiongkok, Iran, dan sebuah perusahaan swasta yang berbasis di Israel.

Pelaku ancaman berusaha memanfaatkan model bahasa OpenAI yang kuat untuk tugas-tugas seperti menghasilkan komentar, artikel, profil media sosial, dan men-debug kode untuk bot dan situs web.

Perusahaan yang dipimpin oleh CEO Sam Altman ini mengatakan operasi tersebut "tampaknya tidak mendapatkan manfaat dari peningkatan keterlibatan atau jangkauan audiens yang signifikan sebagai hasil dari layanan kami."

Perusahaan seperti OpenAI berada di bawah pengawasan ketat karena kekhawatiran bahwa aplikasi seperti ChatGPT atau pembuat gambar Dall-E dapat menghasilkan konten yang menipu dalam hitungan detik dan dalam volume tinggi.

Hal ini menjadi kekhawatiran mengingat pemilu yang akan berlangsung di seluruh dunia, dan negara-negara seperti Russia, Tiongkok, dan Iran diketahui menggunakan kampanye media sosial terselubung untuk memicu ketegangan menjelang hari pemungutan suara.

Salah satu operasi yang gagal, yang dijuluki "Tata Bahasa Buruk", adalah kampanye Russia yang sebelumnya tidak dilaporkan yang menargetkan Ukraina, Moldova, negara-negara Baltik, dan Amerika Serikat.

Mereka menggunakan model dan alat OpenAI untuk membuat komentar politik singkat dalam bahasa Russia dan Inggris di Telegram.

Operasi "Doppelganger" Russia yang terkenal menggunakan kecerdasan buatan OpenAI untuk menghasilkan komentar di seluruh platform seperti X dalam berbagai bahasa termasuk Inggris, Prancis, Jerman, Italia, dan Polandia.

OpenAI juga menghapus operasi pengaruh "Spamouflage" Tiongkok yang menyalahgunakan modelnya untuk meneliti media sosial, menghasilkan teks multi-bahasa, dan men-debug kode untuk situs web seperti openscum.com yang sebelumnya tidak dilaporkan.

Sebuah kelompok di Iran, "Persatuan Media Virtual Internasional," diganggu karena menggunakan OpenAI untuk membuat artikel, berita utama, dan konten yang diposting di situs web yang terhubung dengan negara Iran.

Selain itu, OpenAI mengganggu perusahaan komersial Israel bernama STOIC, yang tampaknya menggunakan modelnya untuk menghasilkan konten di Instagram, Facebook, Twitter, dan situs web afiliasinya.

Kampanye ini juga ditandai oleh pemilik Facebook, Meta, awal pekan ini.

Operasi tersebut diposting di berbagai platform seperti Twitter, Telegram, Facebook dan Medium, "tetapi tidak ada yang berhasil melibatkan banyak orang," kata OpenAI.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Harga Cabai Rawit Rp84.400/...
Daerah
Bus Transjateng Akan Tambah...

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

56 menit yang lalu | Lili Lestari

Nasional
Wakil Menteri Imipas Silmy ...
Nasional
Grab Tegaskan Rumor Hengkan...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.