Ketidakpastian Membayangi Prospek Perekonomian AS
📅 Jumat, 31 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SKetidakpastian tersebut mencakup tingkat permintaan konsumen, waktu penurunan suku bunga the Fed, dan hasil pemilihan presiden AS. The Fed akan mengadakan pertemuan kebijakan berikutnya pada pertengahan Juni.
Pengamat ekonomi dari Universitas Surabaya (Ubaya), Wibisono Hardjopranoto, mengatakan kesuraman prospek perekonomian AS tersebut memang beralasan, karena dalam mengambil langkah, pasar dan bank sentral tentu akan mempertimbangkan semua faktor ketidakapstian global yang erat kaitannya dengan AS.
"Semuanya wait and see. Perang di Ukraina belum pasti kapan selesai. Russia seperti tidak terpengaruh oleh sanksi barat yang diharapkan dapat membuat ekonominya tertekan dan menghentikan invasi. Sementara AS sudah berkomitmen membantu Ukraina dan itu tidak murah.
Begitu juga dengan perang Israel-Gaza, yang semakin parah (AS mengirim bantuan ke Israel). Itu semua masih ditambah pasar menunggu siapa pemenang pilpresnya, karena ini nanti akan berdampak dalam hubungan AS ke Tiongkok dan Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Semua faktor ketidakpastian itu seolah bersama-sama menghambat ekonomi AS, sehingga wajar jika muncul prospek yang pesimis meskipun ada tanda-tanda perbaikan inflasi," ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!