Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Romo Benny: Pendekatan Humanis Lebih Efektif dalam Mengembalikan Narapidana Teroris pada Nilai- nilai Pancasila

📅 Rabu, 29 Mei 2024, 11:30 WIB | Oleh:
Romo Benny: Pendekatan Humanis Lebih Efektif dalam Mengembalikan Narapidana Teroris pada Nilai- nilai Pancasila Doc: Istimewa
Ket. Seminar dihadiri juga oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan terkait upaya deradikalisasi.

JAKARTA - Staff Khusus Ketua Dewan Pengarah Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Antonius Benny Susetyo, baru-baru ini mengatakan bahwa semua agama bertentangan kerasan, namun agama dan kepercayaan itu dibajak oleh sebagian orang untuk kepentingan politik.

Hal itu disampaikan pria yang kerap dipanggil Romo Benny dalam seminar dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, bertajuk "Mencintai NKRI dari Balik Jeruji: Efektivitas Deradikalisasi Narapidana Teroris di Indonesia.

Menurut Benny, radikalisme dan terorisme menggunakan termin termin agama untuk kepentingan pribadi dan golongan demi merebut kekuasaan.

Lebih Lanjut ia menyampaikan tentang upaya yang telah dilakukan BPIP bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham), dan Komisi III DPR RI kepada para narapidana teroris dengan kembali memperkenalkan ideologi dan nilai nilai Pancasila melalui pendekatan pendekatan humanis dan tidak dogmatik.

"Para Narapidana Teroris perlu diingatkan kembali bagaimana sesungguhnya ideologi Pancasila merupakan ideologi yang praktis dan nyata dalam berkehidupan berbangsa dan bernegara di Indonesia dibandingkan dengan paham paham Utopis yang berujung pada perpecahan dan kehancuran," kata Benny.

Lebih lanjut Doktor komunikasi politik ini menyatakan bahwa masyarakat internasional harus belajar dari Indonesia. Sebagai contoh pendekatan Amerika Serikat dengan kekerasan dan ketakutan terbukti tidak mampu menanggulangi radikalisme hal tersebut malah menimbulkan resistensi.

"Oleh karena itu kita harus senantiasa menyadari pentingnya pendekatan Pancasila dan edukasi dalam melawan terorisme, kita tidak dapat lagi menggunakan metode metode represif dan dogmatis dalam upaya deradikalisasi dan penanaman nilai Pancasila," ujarnya.

"Dengan menggandeng para influencer untuk memenuhi ruang ruang publik dengan konten konten pemersatu bangsa dan memperkuat kecintaan masyarakat pada Tanah air dan Pancasila dengan menanamkan bahwa Cinta Tanah Air dan Berpancasila Itu Keren dan mereka yang keren adalah mereka yang Berpancasila dan senantiasa menanamkan nilai nilai persaudaraan."

Benny menutup paparannya dengan menyatakan bahwa dalam upaya deradikalisasi pada Para Narapidana Terorisme, harus fokus pada edukasi serta pendekatan yang mengedepankan nilai-nilai Pancasila. Pendekatan yang melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh agama dan influencer, sangat penting untuk membangun masyarakat yang bebas dari radikalisme dan terorisme serta ketahanan ideologi bangsa. "Dengan upaya bersama dan komitmen yang kuat, kita niscaya dapat menjaga keamanan dan kedamaian di Negara Republik Indonesia," ungkapnya.

Dalam kesempatan iti, Direktur Deradikalisasi BNPT, Brigjen Pol R Akhmad Nurwahid, menekankan bahwa terorisme bukanlah masalah yang bersumber dari agama tertentu, melainkan lebih kepada penyalahgunaan dan penyimpangan oleh oknum-oknum tertentu dalam memahami agama mereka.

Nurwahid menyampaikan bahwa pendekatan ini melibatkan edukasi yang menyeluruh, kesiapan nasional, kontra-radikalisasi, penguatan regulasi, serta proses deradikalisasi yang komprehensif. "Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya menjaga stabilitas dan keamanan nasional, tetapi juga membangun masyarakat yang tangguh terhadap ancaman ideologi radikal," tegasnya.

Seminar yang dihadiri juga oleh berbagai tokoh dan pemangku kepentingan terkait upaya deradikalisasi, termasuk Erwadi Supriyatno dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham dan M. Nasir Jamil dari Komisi 3 DPR RI sebagai pembicara dan 50 orang dari unsur Masyarakat ,Media dan Pembuat Kebijakan ini diakhiri dengan harapan bahwa upaya-upaya yang direkomendasikan dapat diimplementasikan secara efektif untuk memperkuat upaya deradikalisasi dan mengembalikan nilai nilai Pancasila yang lebih praktikal dan humanis hingga cita-cita. untuk membangun masyarakat yang lebih aman dan damai di Indonesia dapat terlaksana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Ekonomi
Antrean BBM Jadi Sorotan, G...
Olahraga
Liverpool Gagal Menang di A...
Luar Negeri
Selamat Datang di Festival ...
Daerah
Kebakaran Kawah Ijen Sudah ...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.