Papua Nugini Laporkan Lebih dari 2.000 Orang Tertimbun Longsor
📅 Senin, 27 Mei 2024, 15:35 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/IOM/Mohamud Omer
PORT MORESBY - Lebih dari 2.000 orang terkubur dalam tanah longsor di Papua Nugini yang menghancurkan sebuah desa terpencil di dataran tinggi, pemerintah memperingatkan, Senin (27/5). Bantuan internasional dalam upaya penyelamatan dibutuhkan.
Desa di lereng bukit di provinsi Enga yang dulunya ramai hampir musnah ketika bongkahan Gunung Mungalo runtuh pada Jumat dini hari, menimbun puluhan rumah dan orang-orang yang tidur di dalamnya.
"Longsor mengubur lebih dari 2.000 orang hidup-hidup dan menyebabkan kerusakan besar pada bangunan, kebun, dan menimbulkan dampak besar pada jalur kehidupan perekonomian negara," kata pusat bencana nasional Papua Nugini dalam suratnya kepada PBB, yang diperoleh AFP.
Jalan raya utama menuju tambang emas besar Porgera "sepenuhnya diblokir", kata kantor koordinator PBB di ibu kota Port Moresby.
"Situasinya masih tidak stabil karena tanah longsor terus bergeser secara perlahan, sehingga menimbulkan bahaya bagi tim penyelamat dan para penyintas," kata pusat bencana.
Sebaiknya Anda baca juga:
Besarnya bencana membuthkan tindakan segera dan kolaboratif dari semua pihak, termasuk tentara, serta tim tanggap nasional dan provinsi.
Mereka meminta PBB untuk menginformasikan kepada mitra pembangunan Papua Nugini "dan teman-teman internasional lainnya" mengenai krisis ini.
Batu Berjatuhan
Sebaiknya Anda baca juga:
PBB telah mengundang negara-negara anggotanya ke pertemuan bantuan darurat melalui Zoom pada pukul 10.00 Senin, kata kedutaan Prancis di Port Moresby.
Warga dan tim penyelamat menggunakan sekop dan potongan kayu untuk mencari mayat-mayat di bawah tanah longsor - campuran dari batu-batu besar seukuran mobil, pohon-pohon tumbang, dan tanah yang diperkirakan kedalamannya mencapai delapan meter.
"Daratannya masih longsor, bebatuan berjatuhan dari gunung," kata pejabat badan migrasi PBB Serhan Aktoprak kepada AFP.
Aliran air mengalir di antara tanah dan puing-puing, sementara retakan muncul di tanah yang berdekatan dengan tanah longsor, kata Aktoprak.
"Hal ini bisa memicu kemerosotan lebih lanjut," pejabat PBB itu memperingatkan, sehingga menimbulkan "risiko serius" bagi tim penyelamat dan orang-orang yang tinggal di daerah tersebut.
Aktoprak mengatakan rekan-rekannya harus menyelamatkan diri dari bebatuan yang berjatuhan di lokasi pada akhir pekan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!