Swiatek-Sabalenka, Final Peringkat Tertinggi
📅 Sabtu, 18 Mei 2024, 07:07 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: Tiziana FABI / AFP
ROMA - Iga Swiatek menyingkirkan Coco Gauff untuk mencapai final Italia Open, Jumat (17/5). Aryna Sabalenka akan menghalangi Swiatek meraih gelar ketiga dan usahanya untuk menyamai rekor Serena Williams. Final Swiatek melawan Sabalenka adalah pertarungan dua pemuncak ranking dunia.
Petenis nomor satu dunia Swiatek meraih kemenangan 6-4, 6-3 atas juara US Open Gauff untuk meraih kemenangan ke-11 berturut-turut di lapangan tanah liat. Sedangkan unggulan kedua Sabalenka mengalahkan Danielle Collins 7-5, 6-2. Swiatek asal Polandia, pemenang gelar Grand Slam empat kali, mengalahkan unggulan ketiga Gauff untuk ke-10 kalinya dalam 11 pertemuan.
Swiatek mengakhiri pertandingan dengan 26 service winners dan mematahkan servis lawannya asal AS itu sebanyak empat kali. Swiatek kini hanya tinggal satu kemenangan lagi untuk menggandakan gelar dengan merebut trofi di lapangan tanah liat Madrid-Roma. Jika sukses, dia menjejaki prestasi Serena Williams 11 tahun lalu.
"Saya tidak memikirkan statistik atau sejarah," ujar Swiatek, juara 2021 dan 2022 di Italia Open. Dia mengaku hanya bermain hari demi hari. Dia ingin bisa bermain lebih bebas. Gauff mengakui kalah. "Saya bermain bagus di sebagian besar pertandingan. Tapi itu tergantung pada momen-momen tertentu," ujarnya.
Partai puncak yang berlangsung Sabtu akan menjadi ulangan final Madrid Open awal bulan ini yang dimenangkan oleh Swiatek. "Saya sangat senang dengan final pertama di sini," ujar Sabalenka. Menurutnya, menghadapi Iga selalu memberi motivasi ekstra. Pertandingan akan selalu ketat dan dimainkan di level tinggi. Dia berharap mudah-mudahan bisa menampilkan permainan terbaik.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di perempat final putra, Nicolas Jarry asal Chile mengalahkan runner-up 2022 Stefanos Tsitsipas untuk mencapai semifinal Masters pertamanya. Petenis berusia 28 tahun itu bangkit untuk mengalahkan unggulan keenam asal Yunani itu 3-6, 7-5, 6-4. Jarry yang merupakan petenis peringkat 24 dunia bersiap menghadapi Tommy Paul dari Amerika Serikat di empat besar.
"Saya pikir mengalahkan Stefanos di lapangan tanah liat adalah pencapaian bagus. Tentu saja senang dengan perjuangan kali ini," ujar Jarry yang menghasilkan 23 pukulan forehand termasuk satu kali dengan kecepatan 166km/jam. Jarry menyelamatkan 11 dari 13 break point yang dihadapi sebelum mengonversi match point keempat, untuk meningkatkan catatan pertemuannya menjadi 4-2 atas Tsitsipas, yang memenangkan Monte Carlo Masters di awal musim lapangan tanah liat Eropa.
Jarry bergabung dengan rekan senegaranya Alejandro Tabilo di semifinal. Mereka dua pemain Chile pertama yang mencapai semifinal ATP Tour sejak 2006 di Vina del Mar. Saat itu Fernando Gonzalez dan Nicolas Massu mencapai empat besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kemenangannya kali ini adalah yang ketiga atas pemain 10 besar. Dia juga mengalahkan Carlos Alcaraz di Buenos Aires dan Casper Ruud di Miami. Paul mencapai semifinal lapangan tanah liat untuk pertama kalinya dalam karirnya dengan kemenangan 7-5, 3-6, 6-3 atas unggulan ketujuh Hubert Hurkacz.
Paul yang diunggulkan ke-14 adalah petenis AS pertama yang mencapai empat besar di Italia Open sejak Reilly Opelka tahun 2021. ben/AFP/G-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!