Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

UNESCO Dorong Mitigasi dan Adaptasi dalam Membantu Tangani Bencana

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 08:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
UNESCO Dorong Mitigasi dan Adaptasi dalam Membantu Tangani Bencana Doc: ANTARA/Katriana
Ket. Asisten Program Senior UNESCO Siti Rachmania berbicara dalam pengarahan media yang diadakan Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta, Kamis (16/5/2024).

JAKARTA - UNESCO, sebuah organisasi PBB yang bergerak di bidang pendidikan, ilmu pengetahuan dan budaya, mendorong langkah mitigasi dan adaptasi dalam membantu menangani bencana di suatu wilayah.

"Jadi yang kami lakukan adalah melakukan mitigasi dan adaptasi," kata Asisten Program Senior UNESCO Siti Rachmania dalam pengarahan media yang diadakan Pusat Informasi PBB (UNIC) di Jakarta, Kamis (16/5).

Dia mengatakan bahwa bencana, baik yang terjadi karena ulah manusia atau karena fenomena alam, tidak bisa diketahui secara pasti kapan akan terjadi.

Untuk itu, upaya UNESCO dalam membantu menangani bencana adalah dengan mitigasi dan adaptasi. Langkah mitigasi yang mereka lakukan adalah dengan mengedukasi masyarakat tentang cara-cara antisipasi yang perlu masyarakat lakukan untuk menghadapi potensi bencana.

Sehingga saat bencana itu terjadi, masyarakat sudah memiliki langkah antisipasi untuk mengurangi risiko kerugian akibat bencana.

"Contohnya kami mengedukasi bagaimana masyarakat harus melakukan persiapan sebelum menghadapi banjir," katanya.

Langkah berikutnya yang dilakukan UNESCO dalam membantu menangani bencana di suatu daerah yang rawan bencana adalah mendorong langkah adaptasi atau penerapan dari langkah mitigasi yang telah disampaikan.

"Jadi, begitu banjir mereka semua naik ke atas. Itu yang disebut adaptasi. Jadi, mitigasinya mereka sudah punya pemikiran harus naruh barang di mana (untuk mengurangi risiko banjir)," katanya.

Sementara itu, penasihat senior UNDP (United Nations Development Programme) Ansye Sopacua dalam kesempatan itu menekankan tentang pentingnya keterlibatan masyarakat di dalam perencanaan penanganan bencana sehingga dapat mengurangi risiko bencana.

"Jadi, yang bisa didorong menurut saya adalah pengikutsertaan masyarakat dalamplanningyanggenuine," katanya.

Selain itu, dia juga mendorong pemanfaatan kearifan lokal yang dimiliki masyarakat untuk mengurangi risiko bencana.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.