Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Handoko: World Water Forum Ajang Kolaborasi Kembangkan Inovasi-Riset Air

📅 Jumat, 17 Mei 2024, 06:40 WIB | Oleh: Tim Penulis
Handoko: World Water Forum  Ajang Kolaborasi Kembangkan Inovasi-Riset Air Doc: brin.go.id
Ket. Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Laksana Tri Handoko, mengatakan Forum Air Sedunia atau World Water Forum menjadi ajang kolaborasi lintas negara dalam pengembangan inovasi dan penelitian terhadap air.

"Ketika kita bicara terkait air tidak ada batas negara. Untuk itu kita membutuhkan kolaborasi yang intens dengan mitra-mitra dari luar negeri," ujar Handoko saat ditemui di Jakarta, Rabu (15/5).

Handoko mengungkapkan Indonesia saat ini menghadapi dua masalah ekstrem terkait air, yang acapkali mengganggu stabilitas sosial dan ekonomi.

Pertama, sumber daya air untuk kehidupan, dimana banyak warga belum mampu mengakses air bersih. Kedua, bencana hidrometeorologi yang disebabkan oleh kelebihan air seperti banjir.

"Semua itu melibatkan berbagai hal yang tidak hanya terkait air, tetapi juga tata kelola perkotaan, tata Kelola daerah aliran sungai, hingga perancangan perkotaan," kata Handoko.

Lebih lanjut kepala BRIN menyampaikan sebagian besar teknologi yang sudah diteliti dan dimanfaatkan adalah untuk penanganan pencemaran air, terutama danau dan juga daerah aliran sungai.

Menurut Handoko, BRIN yang tergabung dalam Dewan Sumber Daya Air Nasional saat ini fokus untuk menjamin ketersediaan air bersih yang notabene bersumber dari danau dan sungai.

"Di lain sisi kami juga mengembangkan sistem pemantauan untuk memitigasi bencana hidrometeorologi yang biasanya terjadi di hilir sungai," ujar Handoko.

Dalam Forum Air Sedunia ke-10 yang diselenggarakan di Bali pada 18-25 Mei 2024, BRIN memamerkan beberapa produk inovasi mulai dari purwarupa tangga ikan atau fishway hingga peluncuran aplikasi pemantauan danau secara nasional.

Tangga ikan merupakan teknologi infrastruktur air sebagai inovasi dalam upaya merestorasi dan konservasi sumber daya ikan yang menurun akibat bangunan melintang sungai, seperti bendung maupun bendungan untuk pembangkit listrik, irigasi, hingga penyediaan air bersih.

Di negara-negara maju yang berada di benua Eropa, Amerika, dan Australia, teknologi tangga ikan sudah diterapkan untuk merestorasi populasi ikan sungai. Sedangkan di Indonesia sudah ada empat bendung atau bendungan yang dilengkapi dengan fasilitas tangga ikan.Ant/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...

Pasar pangan murah menjangkau warga Jakarta

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...

Trisakti Bantu Warga Duri Kosambi Olah Sampah

1.5 jam yang lalu | Deri Henriawan

Megapolitan
Trisakti Bantu Warga Duri K...

Hari Santri Nasional

2 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

2 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.