Boeing Dapat Dituntut atas Kecelakaan Pesawat 737 Max
📅 Kamis, 16 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo SDikatakan hal ini juga termasuk tanggapan terhadap pertanyaan mereka setelah kecelakaan Alaska Airlines (Penerbangan) 1282.
Ledakan dramatis di tengah penerbangan pada 5 Januari pada panel badan pesawat di pesawat Alaska Airlines memicu kepergian sejumlah pejabat tinggi Boeing, termasuk CEO Dave Calhoun, yang akan mengundurkan diri pada akhir tahun ini. Hal ini juga mengakibatkan berkurangnya produksi 737 Max.
Berbagai pertanyaan, audit Administrasi Penerbangan Federal AS mendapat kritik tajam setelah jatuhnya dua pesawat Boeing 737 Max pada tahun 2018 dan 2019.
Namun, ketika Boeing menghadapi banyak pertanyaan dan audit di AS dan luar negeri, Boeing berulang kali meyakinkan para kritikus bahwa mereka bekerja dengan transparansi penuh dan di bawah pengawasan regulator penerbangan AS, Federal Aviation Administration (FAA).
Sebaiknya Anda baca juga:
Ketentuan DPA mengharuskan Boeing membayar denda dan restitusi sebesar 2,5 miliar dollar AS sebagai imbalan atas kekebalan dari tuntutan pidana atas tuduhan yang menipu pemerintah selama sertifikasi Max.
Seorang hakim federal di Texas pada awal tahun 2023 menolak tuntutan keluarga korban kecelakaan Boeing 737 Max terhadap penyelesaian kriminal raksasa penerbangan AS tersebut, dan memutuskan untuk tidak memerintahkan perubahan pada DPA Januari 2021 yang kontroversial.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!