Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dinkes Tangerang Sebut Fogging Bukan Solusi Utama Basmi Nyamuk DBD

📅 Senin, 13 Mei 2024, 17:21 WIB | Oleh:
Dinkes Tangerang Sebut Fogging Bukan Solusi Utama Basmi Nyamuk DBD Doc: ANTARA/Istimewa
Ket. Petugas sedang melakukan fogging dalam membasmi nyamuk Aedes Aegypti.

TANGERANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Banten mengungkapkan pelaksanaan fogging untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti bukanlah langkah terakhir yang mutlak atau bukan solusi utama.

"Penting bagi masyarakat Kota Tangerang untuk memahami bahwa tidak semua situasi memerlukan fogging. Terlalu sering, permintaan fogging muncul ketika ada kasus DBD, padahal tanpa tindakan lain seperti pencegahan sanitasi lingkungan, fogging hanya akan membunuh nyamuk dewasa tanpa mempengaruhi jentik dan telur nyamuk," kata Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni di Tangerang Senin.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan (Kemenkes), hingga awal Maret 2024 kasus DBD sudah mencapai 16 ribu dalam skala nasional. Jumlah tersebut melonjak 130,3 persen dibanding tahun lalu.

Dini pun menjelaskan, fogging memang dapat membantu membunuh nyamuk dewasa Aedes Aegypti, namun efeknya hanya sementara dan tidak efektif untuk memberantas DBD secara menyeluruh. Bahkan, asap fogging bisa berpengaruh terhadap kesehatan.

Lalu fogging hanya menciptakan rasa aman secara palsu di kalangan masyarakat dan mengalihkan perhatian dari tindakan pencegahan DBD.

"Sebenarnya yang lebih efektif yakni 3M Plus dan PHBS. Fogging hanyalah cara untuk menenangkan masyarakat dengan mengorbankan kesehatan lainnya," kata dia

Sementara itu cara efektif memberantas DBD yakni dengan 3M Plus seperti menguras bak mandi, toren dan tempat penampungan air lainnya minimal seminggu sekali. Lalu menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti bak mandi, toren dan drum, mengubur barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti kaleng, ban bekas dan botol plastik, plus, meletakkan abate atau larvasida di tempat penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk dan membersihkan lingkungan secara rutin.

Lalu melibatkan seluruh anggota keluarga dan masyarakat dalam kegiatan pemberantasan sarang nyamuk, yakni dengan menerapkan program satu rumah satu juru pemantau jentik.

Kemudian menggunakan obat nyamuk yang aman dan efektif sesuai dengan petunjuk penggunaan. Gunakan pula pembunuh jentik nyamuk. Pembunuh jentik yang paling dikenal adalah temefos.

"Obat ini sangat efektif, meskipun digunakan dalam dosis rendah," kata dia. Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Warga Russia Menjerit! Pemb...
PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

PT KAI: Commuter Line lintas Tanjung Priok Mulai Berhenti di Stasiun JIS

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.