Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengenal CdM Paralimpiade 2024 Paris Reda Manthovani, Dari Jaksa, Guru Besar Hingga Penyuka Olah Raga

📅 Sabtu, 11 Mei 2024, 00:01 WIB | Oleh:

Pihaknya juga berpesan, keberhasilan atlet didukung dengan berbagai faktor, diantaranya pikiran, kesadaran dan body (badan).

"Pertama kita harus menetapkan target yang harus kita raih. Apa yang kita harapkan, apa yang kita inginkan dan apa yang kita targetkan harus divisualisasikan, kemudian berlatihlah dengan keras. Jangan ada keluhan atau pikiran negatif karena akan mempengaruhi pikiran dan perasaan yang kelak akan berpengaruh bagi target yang telah ditetapkan. Pikiran dan perasaan harus selaras. Hindari pikiran dan perkataan negatif," ujarnya.

Untuk meraih prestasi bagus di Paralimpiade 2024, Reda berharap kekompakan seluruh atlet, NPC harus satu visi dan satu target sehingga saling support dan menjadi selaras.

Reda yang ditemui, saat melakukan kunjungan ke Pemusatan Latihan Nasional (Pelatnas) National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) di Solo mengatakan, kunjungannya ini untuk melihat langsung persiapan para atlet NPC Indonesia, dari semua cabang olahraga yang akan berlaga di Paralimpiade 2024 Paris, Agustus mendatang.

"Kedatangan kami untuk melihat kesiapan para atlet yang tinggal beberapa bulan ke depan (Juni-Juli). Atlet-atlet kita sudah profesional dan kualifikasi dunia. Tinggal mempertahankan mental juara atau spririt untuk ditingkatkan," katanya.

Pihaknya mengaku terkesan dengan semangat para atlet, yang menunjukan tekad yang kuat, kerja keras, semangat berlatih dan tak kenal menyerah yang dilakukan atlet-atlet penyandang disabilitas

Pada Paralimpiade 2024 akan diadakan di Paris ini, Indonesia telah meloloskan 23 atlet ke pesta olah raga disabilitas dunia tersebut.

Profil Reda Manthovani

Prof. Dr. Reda Manthovani, SH, MH, LLM,S.Kom saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Intelijen (Jamintel), dilantik Jaksa Agung ST Burhanuddin, Selasa 31 Oktober 2023.

Pria kelahiran Jakarta 20 Juni 1969 itu sebelumnya menjabat Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten 2021 dan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) DKI Jakarta pada Februari 2022.

Sebelumnya Reda pernah menjabat sebagai Kabag TU Kejati DKI (2011), pada 2012 menjabat Kepala Kejaksaan Negeri Cilegon (2012), kemudian pada 2013 menjabat Kepala Bagian Kerjasama Luar Negeri Kejaksaan Agung, serta Konsultan Hukum atau Kejaksaan pada Konsulat Jenderal RI di Hong Kong (2014-2015).

Pendidikan S1 diselesaikannya di Fakultas Hukum Universitas Pancasila (1988-1992), S2 di Faculte de Droit de l'UniversitedAix, Marseille III France (2001 - 2002). Selanjutnya, gelar S3 didapat dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia (UI), hingga memperoleh gelar Profesor dan menjadi guru besar di Universitas Pancasila.

Buku hasil karya Reda Manthovani di antaranya:

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar

Kemenperin Dorong Gen Z Kembangkan Industri Batik

1.5 jam yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemenperin Dorong Gen Z Kem...
Luar Negeri
Harga Energi dan Biaya Hidu...
Megapolitan
Dana Cadangan, Pramono Usul...
Luar Negeri
G7 Akan Lepas 100 Juta Bare...
Luar Negeri
PBB akan Alokasikan Dana un...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.