Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Cadangan Devisa Tergerus US$4,2 Miliar dalam Sebulan

📅 Jumat, 10 Mei 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Pada akhir Maret 2024, rupiah terdepresiasi 2,96 persen secara year to date (ytd) atau tahun berjalan, lebih buruk dibandingkan dengan mata uang negara-negara sebanding, termasuk rupee India, peso Filipina, dan yuan Tiongkok.

Tekanan besar pada rupiah itu sangat menggerus cadangan devisa yang telah digunakan dalam upaya untuk menstabilkan rupiah.

Sementara itu, Guru Besar Tetap Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (UI), Rizal Edi Halim, mengatakan tergerusnya cadangan devisa pada April tidak terlepas dari yang dilakukan bank sentral untuk menahan tekanan terhadap nilai tukar rupiah.

"Biasanya ada operasi yang dilakukan BI, kedua sisi impor juga alami tekanan akibat pelemahan nilai tukar. Apabila nilai tukar rupiah melemah maka kita harus menambah cadangan dollar AS untuk mengimportasi. Belum lagi transaksi-transaksi pasar modal yang menggunakan dollar AS, semuanya memberi efek pada terkurasnya cadangan devisa kita," kata Rizal.

Selama tekanan masih terus berlanjut terhadap rupiah, maka itu selalu menggerus cadangan devisa.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur   

Piala Dunia, Tim-tim Favorit Lolos ke Fase Gugur  

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.