Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Asean Dukung Rencana Amendemen Perjanjian Pembiayaan Cepat

📅 Senin, 06 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Asean Dukung Rencana Amendemen Perjanjian Pembiayaan Cepat Doc: ANTARA/ZABUR KARURU
Ket. Petugas memasang bendera negara anggota Asean di kawasan Mice, Desa Golo Mori, Labuan Bajo, NTT, beberapa waktu lalu.

JAKARTA - Menteri Keuangan Asean mendukung pembentukan Fasilitas Pembiayaan Cepat atau Rapid Financing Facility (RFF) dengan memasukkan mata uang yang dapat digunakan secara bebas yang memenuhi syarat sebagai mata uang pilihan sebagai fasilitas baru di bawah Chiang Mai Initiative Multilateralisation (CMIM).

"Kami juga mendukung rencana kerja untuk menyetujui amendemen Perjanjian CMIM tentang RFF pada pertemuan berikutnya dengan mata uang yang dapat digunakan secara bebas yang memenuhi syarat," kata pernyataan bersama Pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral Asean+3 ke-27 yang diterima di Jakarta, Minggu (5/5).

Seperti dikutip dari Antara, CMIM yang dibentuk pada 2010 merupakan kerja sama keuangan di antara negara-negara Asean+3 dalam bentuk fasilitas dukungan likuiditas bagi negara yang menghadapi masalah likuiditas jangka pendek atau kesulitan neraca pembayaran.

Melalui persetujuan tersebut, para petinggi keuangan di Asean menginstruksikan para deputi untuk menyelesaikan amendemen CMIM pada akhir tahun 2024 sembari meyakini bahwa pembentukan fasilitas baru di bawah CMIM akan secara signifikan meningkatkan ketahanan regional Asean+3.

"Hal ini akan dicapai dengan memungkinkan negara-negara anggota untuk mengakses pembiayaan darurat pada saat terdapat kebutuhan neraca pembayaran yang mendesak yang mungkin timbul dari guncangan luar yang terjadi secara tiba-tiba, termasuk pandemi dan bencana alam," bunyi pernyataan tersebut.

Perkuat Jaringan

Kemudian, dalam rangka arah masa depan pengaturan pembiayaan regional (RFA), para menteri dan gubernur bank sentral sepakat bahwa reformasi RFA Asean+3 termasuk CMIM merupakan upaya penting untuk memperkuat jaring pengaman keuangan regional.

Semuanya sepakat bahwa manfaat dari struktur modal disetor yang dapat meningkatkan efektivitas jaring pengaman keuangan regional. Namun, di satu sisi juga menyadari biaya dan tantangannya termasuk perlunya kejelasan mengenai pengakuan cadangan devisa dan tata kelola dan kemampuan yang diperlukan untuk mengelola struktur itu.

Sebaiknya Anda baca juga:

Selain bertukar pandangan mengenai perkembangan terkini dan prospek perekonomian global dan regional, serta tanggapan kebijakan terhadap risiko dan tantangan, para delegasi Asean yang berkumpul Tbilisi, Georgia, tersebut turut sepakat untuk memperkuat kerja sama keuangan regional, termasuk melalui Asian Bond Markets Initiative (ABMI), Disaster Risk Financing (DRF), dan Inisiatif Masa Depan Asean+3.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Dongkrak Kedatangan Turis, ...
Rona
Sering Melotot Belum Tentu ...
Daerah
RSUD Prambanan Ada Bau-bau ...
Daerah
Siswa Jalani Ujian Kenaikan...

Antisipasi Kemarau, Masa Tanam Dipercepat

32 menit yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Antisipasi Kemarau, Masa Ta...
Daerah
Cukup Bagus Hasil Penanaman...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.