Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Konferensi Wina Mendesak Pengaturan Senjata Berbasis AI

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 00:00 WIB | Oleh:
Konferensi Wina Mendesak Pengaturan Senjata Berbasis AI Doc: ISTIMEWA
Ket. Dengan menggunakan AI, segala jenis senjata dapat diubah menjadi sistem otonom, berkat sensor canggih yang diatur oleh algoritma.

WINA - Sebuah konferensi global dua hari di Wina, pada Selasa (30/4), mengatakan dunia harus menetapkan seperangkat aturan untuk mengatur senjata berbasis kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) ketika senjata tersebut masih dalam tahap awal, menyebut masalah ini pada saat itu sebagai "momen Oppenheimer".

Dikutip dari France 24, para analis mengatakan seperti bubuk mesiu dan bom atom, AI mempunyai kapasitas untuk merevolusi peperangan, membuat perselisihan antarmanusia menjadi sangat berbeda dan jauh lebih mematikan.

"Ini adalah 'momen Oppenheimer' generasi kita di mana ketegangan geopolitik mengancam untuk membawa terobosan ilmiah besar ke jalur yang sangat berbahaya bagi masa depan umat manusia," demikian ringkasan konferensi dua hari di Wina.

Fisikawan AS, Robert Oppenheimer, membantu menciptakan senjata nuklir selama Perang Dunia II.

Austria menyelenggarakan dan menjadi tuan rumah konferensi yang dihadiri sekitar 1.000 peserta, termasuk para pemimpin politik, pakar, dan anggota masyarakat sipil, dari lebih dari 140 negara.

Komitmen Kuat

Pernyataan terakhir mengatakan kelompok itu menegaskan komitmen kuat untuk bekerja dengan segera dan dengan semua pemangku kepentingan yang berkepentingan untuk menciptakan instrumen hukum internasional untuk mengatur sistem senjata otonom.

"Kita mempunyai tanggung jawab untuk bertindak dan menerapkan aturan-aturan yang kita perlukan untuk melindungi umat manusia. Pengendalian manusia harus diutamakan dalam penggunaan kekuatan," bunyi isi ringkasan yang akan dikirim ke Sekretaris Jenderal PBB.

Dengan menggunakan AI, segala jenis senjata dapat diubah menjadi sistem otonom, berkat sensor canggih yang diatur oleh algoritma yang memungkinkan komputer untuk "melihat".

Hal ini akan memungkinkan untuk menemukan, memilih, dan menyerang target manusia, atau target berisi manusia, tanpa campur tangan manusia.

Sebagian besar senjata masih dalam tahap ide atau purwarupa, namun perang Russia di Ukraina telah memberikan gambaran sekilas tentang potensi senjata tersebut.

Drone yang dikendalikan dari jarak jauh bukanlah hal baru, namun drone kini semakin mandiri dan digunakan oleh kedua belah pihak. "Sistem persenjataan otonom segera memenuhi medan perang dunia," kata Menteri Luar Negeri Austria, Alexander Schallenberg, pada hari Senin, saat membuka konferensi.

Dia memperingatkan sekarang adalah waktunya untuk menyepakati peraturan dan norma internasional untuk memastikan kendali manusia.

Austria, negara netral yang ingin mempromosikan perlucutan senjata di forum internasional, pada tahun 2023 memperkenalkan resolusi PBB pertama yang mengatur sistem senjata otonom, yang didukung oleh 164 negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Bos Perusahaan AI Dunia Ingin Perlambat Pengembangan, Persaingan AS-Tiongkok Jadi Hambatan
    Sangat disayangkan melihat bagaimana niat baik untuk mengkaji ...
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

Klasemen Liga Spanyol: Barcelona Masih di Puncak, Madrid Naik ke Posisi Kedua

14 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.