Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ada Peningkatan Jumlah, Bappeda Kota Tangerang Contoh Sumedang Tangani Stunting

📅 Kamis, 02 Mei 2024, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ada Peningkatan Jumlah, Bappeda Kota Tangerang Contoh Sumedang Tangani Stunting Doc: ANTARA/HO-Pemkot Tangerang
Ket. Kepala Bappeda Tangerang Decky Priambodo.

Tangerang - Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Tangerang mengelar evaluasi data dan studi banding dengan mencontoh Kabupaten Sumedang terkait penanganan stunting karena adanya kenaikan data dari 11,8 persen menjadi 17,6 persen.

"Ada kenaikan angka stunting di Kota Tangerang yaitu di angka 17.6 persen di mana sebelumnya di angka 11.8 persen. Maka itu kita melakukan evaluasi terhadap apa yang dilakukan tahun depan berdasarkan data yang ada," kata Kepala Bappeda TangerangDecky Priambodo di Tangerang Rabu dalam keterangannya.

Ia mengatakan kenaikan angka stunting ini hampir terjadi di seluruh wilayah di Indonesia. Dari delapan kabupaten/kota di Provinsi Banten, ada lima kabupaten/kota dan Kota Tangerang menjadi salah satu wilayah yang mengalami kenaikan.

Oleh karena itu Pemkot Tangerang akan terus memaksimalkan dan menguatkan data-data, lalu memanfaatkan aplikasi sehingga proses evaluasi, monitoring, dan pencapaian mudah diintervensi, dan memaksimalkan lembaga ad hoc yang sudah ada.

"Di tahun 2024 ini kami terus berupaya menurunkan angka stunting di bawah angka nasional dan melakukan benchmarking dengan lokasi-lokasi sekitar Kota Tangerang. Saat ini, lokus di Kota Tangerang ada sembilan kelurahan dengan kriteria yang sudah ditetapkan. Penanganannya juga tidak hanya lokus saja tetapi seluruh wilayah," katanya.

Lalu terkait studi banding dengan Kabupaten Sumedang, Decky mengatakan ada tiga hal yang dilakukan yakni penguatan data yang baik. Kedua, proses bisnis karena melibatkan banyak seperti siapa mendapatkan apa, siapa dapat mengintervensi apa, dibungkus dengan proses bisnis yang baik.

"Ketiga, kelembagaan yang efektif bagaimana organisasinya fungsional dan semangat menurunkan stunting hingga level wilayah. Masyarakat juga dapat mengakses data setiap saat di seluruh wilayah dan mereka berlomba untuk menurunkan stunting," lanjutnya.

Diharapkan, Pemkot Tangerang dapat terus menekan angka stunting hingga tidak ada lagi kasus stunting baru. Sehingga, dapat mencapai target nasional Indonesia Emas 2045.

"Kami terus berupaya agar tidak ada kasus stunting baru. Usia pengamatan stunting hanya dua tahun dan apabila tidak ada kasus baru maka angka stunting akan terus berkurang. Sehingga, Kota Tangerang dapat bebas stunting dan juga mencapai target Indonesia Emas 2045," katanya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangerang Herman Suwarman menekankan pentingnya kerja sama antar pihak dalam memerangi stunting di Kota Tangerang. Hal

"Penanggulangan stunting membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak, karena ini merupakan masalah yang kompleks. Oleh karena itu, melalui Rembuk Stunting, menjadi langkah penting untuk memastikan integrasi dan koordinasi dalam upaya penurunan stunting di Kota Tangerang," kata Sekda

Ia menjelaskan salah satu program unggulan Pemkot Tangerang dalam memerangi stunting adalah Gerakan Anak Tangerang Sehat dan Cerdas. "Gerakan ini mendorong kolaborasi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah dalam melaksanakan intervensi stunting secara menyeluruh," ujarnya.

Sekda, mengatakan, Pemkot Tangerang telah dan terus melakukan berbagai upaya dalam mengatasi stunting. Namun, kata Herman, masih terdapat kendala dalam penurunan stunting di Kota Tangerang.

"Salah satu kendalanya adalah masih rendahnya kesadaran masyarakat tentang stunting. Oleh karena itu, Pemkot Tangerang terus berupaya meningkatkan sosialisasi dan edukasi tentang stunting kepada masyarakat," katanya.

Sekda, berharap, seluruh pihak dapat berpartisipasi aktif dalam mewujudkan Kota Tangerang bebas stunting sesuai dengan Peraturan Wali Kota Tangerang Nomor 114 Tahun 2022 tentang Percepatan Penurunan Stunting.

"Untuk mencapai target penurunan stunting, membutuhkan komitmen dan kerja sama dari semua pihak, termasuk masyarakat dan lintas sektor di wilayah," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Ekonomi
Berpotensi Melemah Lanjutan...
Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.