Tanpa Pembenahan Fiskal, Rupiah Bakal Makin Jeblok
📅 Senin, 29 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim RedaksiDemikian pula defisit transaksi berjalan di Indonesia yang terus-menerus mencerminkan ketidakseimbangan antara impor dan ekspor, yang menunjukkan kekurangan dalam daya saing produk domestik atau ketergantungan pada impor.
"Ketidakseimbangan neraca perdagangan ini memperparah tekanan pada rupiah, membuat ekonomi Indonesia lebih rentan terhadap guncangan eksternal, sehingga sangat penting untuk melakukan reformasi ekonomi yang lebih mendalam dan berkelanjutan, bukan hanya merespons fluktuasi nilai tukar semata. Kita perlu mendorong peningkatan produksi domestik dan diversifikasi ekspor untuk mencapai keseimbangan ekonomi yang lebih stabil dan berkelanjutan," kata Achmad.
Subsidi BBM Bengkak
Secara terpisah, Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti, mengatakan rasio utang terhadap produk domestik bruto (PDB) sudah mencapai 38 persen sehingga dengan nilai tukar yang terdepresiasi akan meningkatkan nilai cicilan dan bunga karena utang luar negeri dibayar dengan dollar AS.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Belum lagi besarnya subsidi bahan bakar minyak (BBM) juga akan bengkak karena harga minyak naik, sehingga kenaikan harga minyak dan depresiasi nilai tukar rupiah akan berdampak pada inflasi," katanya.
Ia juga mengimbau pemerintah agar lebih efisien dan tidak boros dengan memilih program prioritas yang berdampak jangka panjang dan mempunyai multiplier effect besar.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!