Ribuan Mengungsi Akibat Bentrokan di Ethiopia Utara
📅 Rabu, 24 Apr 2024, 02:25 WIB | Oleh: Selocahyo Basoeki Utomo S
Doc: AFP
NAIROBI - PBB pada Senin (22/4) malam melaporkan bahwa lebih dari 50.000 orang terpaksa mengungsi akibat bentrokan di wilayah sengketa di Ethiopia utara. Laporan itu diutarakan ketika komunitas internasional menyatakan keprihatinan atas kekerasan yang melibatkan pejuang dari wilayah saingannya.
"Situasi kemanusiaan sangat buruk, dengan ribuan perempuan dan anak-anak membutuhkan dukungan kemanusiaan yang luas untuk bertahan hidup," kata PBB yang mengutip keterangan otoritas lokal di wilayah yang sengketa yang diklaim oleh Tigray dan negara tetangga Amhara.
PBB mencatat jumlah orang yang mengungsi akibat bentrokan bersenjata di Kota Alamata dan Raya Alamata, Zata dan Ofla sejak akhir pekan telah melampaui 50.000 orang. Pasukan Amhara menduduki Raya Alamata di Tigray selatan selama perang dua tahun antara pemerintah Ethiopia dan otoritas regional Tigray.
Laporan mengenai pertempuran tersebut telah memicu kekhawatiran di kalangan komunitas internasional, dan kedutaan besar beberapa negara termasuk Amerika Serikat, Jepang, Inggris dan Prancis pada Sabtu (20/4) lalu telah menyerukan dialog dan mendesak deeskalasi dan perlindungan warga sipil.SB/AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!