Televisi Lokal Kesulitan Bermigrasi ke Digital, Bagaimana Solusinya?
📅 Selasa, 23 Apr 2024, 13:36 WIB | Oleh: Tim PenulisSayangnya, iklan layanan masyarakat (ILM) di televisi mengenai bergesernya siaran dari analog ke digital sebagian besar hanya berkutat pada manfaat teknis audiovisual yang berubah menjadi makin bersih, jernih, dan canggih. Warga didorong untuk berbondong-bondong bermigrasi. Running text yang berseliweran pun biasanya sekadar menampilkan informasi seputar frekuensi yang bisa dicari warga untuk menangkap siaran digital stasiun televisi tersebut.
Padahal, tantangan migrasi yang dihadapi di daerah-daerah, khususnya oleh stasiun televisi lokal, lebih dari itu. Pemerintah perlu betul-betul peka pada kondisi di bawah maupun di atas, di pusat maupun di daerah.
Kondisi di pusat termasuk perumusan kebijakan yang seharusnya berpihak pada penyelenggara siaran lokal dan kondisi di daerah menyangkut, misalnya, keberatan televisi lokal atas biaya sewa MUX.
Bagaimana solusinya?
Sebaiknya Anda baca juga:
Persoalan-persoalan di atas mestinya menjadi pertimbangan utama pemerintah dalam menilik ulang kebijakan mengenai penyiaran digital, terlebih saat ini sedang berlangsung pembahasan RUU penyiaran. Hal ini bisa menjadi salah satu jalan pemerintah menyediakan fasilitas dan jaminan hukum yang memadai sehingga pengelola televisi lokal dapat dengan leluasa mengembangkan potensi yang ada.
Apabila hal ini terjamin, maka potensi besar berkembangnya program-program lokal yang organik: memuat tema-tema lokal yang relevan dan dikerjakan oleh para broadcasters yang berdomisili di daerah bersangkutan, akan dapat terwujud. Pola penyiaran yang Jakarta-minded pun akan terurai.
Harapan para pengelola televisi lokal adalah wakil dari harapan warga lokal yang mendambakan siaran lokal yang peka dan menyatu dengan persoalan-persoalan di daerah mereka.![]()
Sebaiknya Anda baca juga:
Lukas Deni Setiawan, Dosen, Universitas Atma Jaya Yogyakarta
Artikel ini terbit pertama kali di The Conversation. Baca artikel sumber.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!