Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BKSDA Kalsel Turunkan Tim Cari Empat Ekor Orang Utan di Tabalong

📅 Selasa, 23 Apr 2024, 17:45 WIB | Oleh:
BKSDA Kalsel Turunkan Tim Cari Empat Ekor Orang Utan di Tabalong Doc: ANTARA/HO-BKSDA Kalsel
Ket. Seekor satwa kera besar atau orang hutan muncul di sekitar Desa Habau, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.

BANJARBARU - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Provinsi Kalimantan Selatan (BKSDA Kalsel) menurunkan tim khusus untuk mencari empat ekor satwa orang utan yang teridentifikasi berada pada tiga titik di Kabupaten Tabalong dan sekitarnya.

Plt. Kepala BKSDA Kalsel Suwandi saat dikonfirmasi di Banjarbaru, Selasa, mengatakan awalnya ada sepasang atau dua ekor orang utan yang ditemukan muncul ke permukiman warga di Desa Habau, Kabupaten Tabalong, pada beberapa hari lalu. Kemudian diidentifikasi tiga titik habitatnya di Kabupaten Tabalong, Hulu Sungai Utara, dan Hulu Sungai Tengah.

"Hasil identifikasi di lapangan dan koordinasi dengan warga desa, kami menduga sepasang kera besar ini memiliki dua ekor anak. Hingga saat ini, dua ekor anaknya belum pernah muncul tetapi ada tanda tanda ditemukan keberadaannya," ujarnya.

Ia menyebutkan sejak kali pertama muncul, orang utan tersebut sudah muncul tiga kali. Sebelumnya kera besar tersebut tidak pernah muncul di wilayah Kalimantan Selatan.

"Kami tugaskan tim memantau secara intens dan berjaga, jika sewaktu-waktu kera besar ini muncul kembali di permukiman warga dan sekitarnya maka dapat segera melakukan tindakan lanjut," ujar dia pula. Suwandi menjelaskan pihaknya menurunkan tim sebagai langkah utama untuk memantau aktivitas orang utan pada tiga titik lokasi yang teridentifikasi. Selanjutnya berkoordinasi dengan Dinas Kehutanan Kalsel, Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tabalong, pemerintah kabupaten, dan aparat desa.

Terkait dengan genetik orang utan itu, ia mengungkapkan belum bisa menyimpulkan apalah memiliki persamaan genetik dengan orang utan dari Provinsi Kalimantan Tengah dan Kalimantan Timur. Namun, dugaan sementara, kemungkinan kera besar itu habitat asli Kalimantan Selatan.

Berdasarkan hasil identifikasi itu, kata dia, kemungkinan besar orang utan tersebut bukan imigrasi dari provinsi tetangga. Dan hingga saat ini belum ada laporan korban yang dilukai, hanya beberapa tanaman di kebun warga rusak karena didatangi kera besar tersebut.

Suwandi telah meminta jajarannya berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten agar melindungi area sekitar kemunculan terakhir orang utan tersebut.

Ia juga mengimbau masyarakat jika menemukan tanda-tanda kemunculan utan, jangan dilukai dan segera menghubungi kontak BKSDA Kalsel atau aparat desa terdekat.

"Kami meminta habitat orang utan ini tidak diganggu, dan kawasan kemunculannya bisa dilindungi pemerintah daerah dan masyarakat setempat," ujar Suwandi.* Ant

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Daerah
Badan Geologi Laporkan Akti...
Daerah
Surabaya Siapkan Sensor Pem...
Advertisement
Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

Lebih Tinggi dari India dan Laos, AS Tetapkan Tarif Antidumping Panel Surya Indonesia hingga 173,7 Persen

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.