Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PBB Peringatkan Perang di Rakhine Kembali Ancam Etnis Rohingya

📅 Sabtu, 20 Apr 2024, 08:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
PBB Peringatkan Perang di Rakhine Kembali Ancam Etnis Rohingya Doc: ANTARA/Hayaturrahmah
Ket. Imigran Rohingya di Idi Sport Center (ISC), Aceh Timur.

JENEWA - Kepala hak asasi manusia PBB Volker Turk pada Jumat (19/4) memberi peringatan bahwa pertempuran yang semakin intensif di Rakhine, Myanmar menjadi "ancaman besar bagi penduduk sipil," sehingga dikhawatirkan kekejaman pada masa lalu akan terulang kembali.

"Negara Bagian Rakhine sekali lagi menjadi medan pertempuran yang melibatkan banyak pihak, dan warga sipil harus menanggung akibatnya, dan Rohingyakhususnya berada pada risiko tertentu," kata Turk dalam sebuah pernyataan.

"Hal yang sangat meresahkan adalah bahwa pada 2017, warga Rohingya menjadi sasaran satu kelompok, namun kini mereka terjebak di antara dua faksi bersenjata yang memiliki rekam jejak pembunuhan terhadap mereka. Kita tidak boleh membiarkan warga Rohingya menjadi sasaran lagi," lanjutnya.

Turk mencatat bahwa militer telah kalah dari Tentara Arakan di Rakhine utara dan tengah, sehingga hal ini dapat menyebabkan pertempuran lebih intensif di kota Buthidaung dan Maungdaw - tempat tinggal bagi populasi besar Rohingyayang membuat mereka berada dalam risiko besar.

"Tidak masuk akal jika mereka dijadikan sasaran dengan cara seperti ini, mengingat peristiwa mengerikan yang terjadi enam tahun lalu, dan diskriminasi ekstrem yang sedang berlangsung terhadap Rohingya termasuk penolakan kewarganegaraan," tambahnya.

Turk mendesak negara-negara yang memiliki pengaruh terhadap militer Myanmar dan kelompok bersenjata "beraksi sekarang" untuk melindungi warga sipil di Rakhine dan mencegah "Satu lagi episode penganiayaan yang mengerikan" terhadap Rohingya.

"Alarm telah berbunyi, dan kita tidak boleh membiarkan kejadian di masa lalu terulang kembali," kata Turk.

Sejak gencatan senjata informal selama setahun antara kedua belah pihak gagal pada November lalu, 15 dari 17 kota di Rakhine telah terdampak konflik, yang mengakibatkan ratusan kematian dan cedera serta membuat jumlah pengungsi melebihi 300.000 orang, menurut laporan kantor HAM PBB.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Memahami Kaum Furry, Orang-orang yang Mengidentifikasi Dirinya sebagai Binatang
    Nah that's right thank you ~
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
Luar Negeri
Ethiopia Memanas Lagi, Bant...
Luar Negeri
Russia Tidak Tinggal Jika N...
Advertisement
Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

Makin Tertekan, INACA Desak Pajak Sparepart Pesawat Juga Bisa Ditekan jadi 0%

04 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.