Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sistem Sirkular Produk Organik Mampu Kurangi Emisi Karbon

📅 Selasa, 16 Apr 2024, 06:10 WIB | Oleh:
Sistem Sirkular Produk Organik Mampu Kurangi Emisi Karbon Doc: Florian Yeh

Penerapan sistem sirkular kini jadi solusi cerdas pengurangan emisi dan pasokan produk makanan sehat. Selain itu, penerapan sistem ini jadi solusi bagi masalah pada industri peternakan di mana keberlanjutan tidak dijamin.

Toko online yang menawarkan produk organik seperti daging, susu, dan ikan, kini bermunculan di mana-mana. Toko ini juga ada di Berlin, Jerman, dimana salah satunya memelihara ikan di dalam tangki air hujan yang difilter, juga menjual pupuk dari kompos.

Di toko ini ikan jenis perch berenang bersama-sama terkoordinasi ke satu arah secara alamiah di tempat yang luas. Demikian pula di perusahaan pemasok bahan pangan organik yang berlokasi di Berlin.

Spesies ini tampaknya amat sehat dan pemiliknya berkomitmen untuk tidak menggunakan obat-obatan. Ikan ini melewatkan tujuh bulan untuk menjadi dewasa pada suhu 28 derajat Celsius. Tiga belas tangki sekarang sudah penuh dengan air hujan dan perusahaan itu hanya menggunakan air ledeng dari PAM Berlin pada bulan-bulan yang kering.

Ikan perch yang dipelihara ini pun sedang menjalani diet vegetarian dalam bulan-bulan terakhir. Makanan terbaru mereka tidak mengandung daging ikan sama sekali atau minyak ikan, melainkan gandum, jagung dan kedelai.

Direktur EcofriendlyFish, Nicolas Leschke, mengatakan bahwa kata aqua dalam aquaponics berarti akuakultur, dan ponic berasal dari hidroponik, yang berarti tumbuh tanpa tanah. "Jadi menggabungkan keduanya berarti memiliki ikan, memberi makan, dan menggunakan kotoran mereka sebagai pupuk bagi tanaman. Karena ini sistem sirkular, air mengalir dari ikan ke tanaman dan kembali lagi," tutur dia.

Peternakan di kota itu menghasilkan 5 ton ikan dan setengah juta pot tanaman selasih setiap tahunnya. Bakteri mengurai amonium dalam kotoran ikan menjadi nitrat, yang kemudian digunakan sebagai pupuk. Tanaman kemudian mengubah karbon dioksida yang dihirup hewan menjadi oksigen. Peternakan ini juga mendapat energi dari penyedia listrik hijau lokal.

Setiap Kamis, penyetor ikan perch di Berlin mengumpulkan order yang diterima online, kemudian memanen ikan sesuai permintaan. Carsten Mehl, penjual pada toko online Food Assembly mengatakan, memang bagus kalau ikan tampak cantik dan sehat, dan punya ukuran tertentu, serta tentu kalau punya rasa yang enak pula.

Pembeli bisa gabung ke situs Food Assembly, yang di Jerman disebut Marktschwärmer. Setelah memilih produk dan produsen lokal, mereka juga bisa memilih dimana akan mengambil pesanan. Segalanya diatur untuk mengurangi perjalanan dan emisi.

Opsi Tunggal

Bagi banyak peternak skala kecil dari kawasan Berlin, ini adalah opsi tunggal untuk bisa membawa produk yang mereka jual langsung ke pelanggan. Hari ini, Susanne de Roos jadi tuan rumah toko dadakan dari situs Food Assembly. Aksi sekali sepekan ini menghasilkan keuntungan 8,3 persen dari omzet bagi Susanne de Roos.

Marktschwärmer sekarang sudah menyebar ke seluruh negara. Berlin saja, punya 29 toko dadakan. "Saya melakukan seluruh organisasinya," kata Susanne de Roos, dan menambahkan, "Itu bagus bagi lingkungan ini, dan bagi produsen." Selain itu, ini maknanya besar, karena masalah yang kita hadapi dengan industri peternakan, di mana keberlanjutan tidak dijamin.

Selain itu yang dijual bukan hanya buah-buahan dan sayuran, melainkan juga buah, daging dan produk susu, tergantung apa yang sedang musim. DW/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.