Menkeu AS ke Tiongkok, Temui Para Pejabat Tinggi Negara Tirai Bambu
📅 Kamis, 04 Apr 2024, 09:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/CHRISTIAN MONTERROSA
ANCHORAGE - Menteri Keuangan AS Janet Yellen terbang ke Tiongkok pada Rabu (3/4) untuk kunjungan keduanya dalam waktu kurang dari setahun, berharap lebih menstabilkan hubungan sambil meningkatkan kekhawatiran tentang dampak limpahan dari "investasi besar-besaran" Beijing di industri tertentu.
Perjalanan dari tanggal 3-9 April itu dimulai di kota besar Guangzhou di bagian selatan, di mana ia akan berbicara dengan perwakilan perusahaan-perusahaan AS dan mengadakan pertemuan dengan para pejabat Tiongkok, termasuk Wakil Perdana Menteri He Lifeng dan Gubernur Provinsi Guangdong Wang Weizhong.
Yellen kemudian akan berangkat ke Beijing untuk melakukan pembicaraan dengan Perdana Menteri Li Qiang, Menteri Keuangan Lan Fo'an, dan Gubernur Bank Sentral Pan Gongsheng, menurut Departemen Keuangan AS.
Topik yang akan dibahas di antaranya "investasi besar-besaran di Tiongkok pada serangkaian industri yang mengakibatkan kelebihan kapasitas," kata Yellen kepada wartawan yang ikut bersamanya pada hari Rabu.
"Kami prihatin dengan dampak buruk subsidi Tiongkok terhadap industri-industri ini terhadap Amerika Serikat dan negara-negara lain juga," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Yellen menyebut sel surya, kendaraan listrik, dan baterai sebagai sektor-sektor yang coba "dipelihara" Amerika Serikat di dalam negeri, dengan memberikan subsidi pajak untuk mendukung pertumbuhannya.
Ketika ditanya apakah ia akan meningkatkan kemungkinan hambatan perdagangan seperti tarif jika Tiongkok tidak mengatasi kelebihan kapasitas, ia berkata: "Saya tidak ingin mengesampingkan kemungkinan cara lain yang bisa kita lakukan untuk melindungi mereka."
Kunjungan Yellen ke Tiongkok terjadi delapan bulan sejak kunjungan pertamanya sebagai Menteri Keuangan, dalam upaya menstabilkan hubungan antara dua ekonomi terbesar di dunia itu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan pada Juli 2023 membantu memulai kembali dialog setelah ketegangan yang meningkat, terutama terkait Taiwan, dan mencapai puncaknya dengan peluncuran kelompok kerja bilateral mengenai kebijakan ekonomi dan keuangan.
Kedua kelompok akan bertemu lagi pada Pertemuan Musim Semi IMF dan Bank Dunia akhir bulan ini, kata Yellen.
Memperdalam Dialog
Para pejabat Departemen Keuangan mengatakan Yellen bermaksud untuk menekan rekan-rekannya terkait "praktik perdagangan yang tidak adil."
Banjir barang-barang Tiongkok telah berdampak pada perusahaan-perusahaan dan pekerja Amerika, kata Wakil Menteri Keuangan untuk Urusan Internasional Jay Shambaugh kepada AFP.
"Ini bukan sesuatu yang ingin kami tonton begitu saja," katanya dalam sebuah wawancara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!