Korban Luka Akibat Gempa di Taiwan Capai Lebih dari 1.000 Orang
📅 Kamis, 04 Apr 2024, 13:53 WIB | Oleh: Lili Lestari
Doc: Kyodo
TOKYO - Gempa bumi berkekuatan 7,7 yang mengguncang pantai timur Taiwan pada Rabu (3/4) menewaskan sedikitnya sembilan orang dan melukai lebih dari 1.000 orang, sementara tsunami kecil mencapai pulau-pulau terdekat di barat daya Jepang.
Kyodo melaporkan, gempa terbesar yang terjadi sejak gempa yang melanda Taiwan tengah pada tahun 1999 memicu tanah longsor di Kabupaten Hualien dan menyebabkan lebih dari 140 orang hilang kontak, menurut laporan dan otoritas setempat.
Hampir 1.000 orang diyakini terdampar di Taman Taroko, sebuah tempat wisata utama yang memiliki jurang di daerah pegunungan, menurut laporan lokal.
Presiden Taiwan Tsai Ing-wen mendirikan kantor tanggap darurat dengan mengirimkan personel militer ke daerah yang terkena gempa untuk operasi bantuan.
Presiden terpilih Lai Ching-te, wakil presiden saat ini yang akan dilantik sebagai pengganti Tsai pada 20 Mei, mengunjungi Hualien dan mengatakan bahwa menyelamatkan nyawa adalah prioritas utama, menurut kantor kepresidenan.
Sebaiknya Anda baca juga:
Layanan kereta api berkecepatan tinggi di Taiwan sebagian dihentikan dan jalan tol utama di timurnya ditutup karena puing-puing. Namun semua pembangkit listrik tenaga nuklirnya dipastikan selamat.
Di Jepang, badan meteorologi mengatakan tsunami kecil hingga 30 sentimeter mencapai pulau Yonaguni, Ishigaki, dan Miyako di Prefektur Okinawa. Peringatan tsunami untuk prefektur selatan kemudian dicabut.
Pihak berwenang Taiwan mengatakan pusat gempa pada pukul 7.58 pagi itu terletak di kedalaman 15,5 kilometer di Samudera Pasifik, 25 km tenggara Hualien County Hall. Intensitasnya diukur pada tingkat 6 teratas di Hualien pada skala 7 tingkat Taiwan, menurut laporan lokal.
Sebaiknya Anda baca juga:
Gempa tersebut tercatat 4 pada skala intensitas seismik Jepang yaitu 7 di Yonaguni, kata Badan Meteorologi Jepang. Pusat gempa berada di kedalaman 23 km, sekitar 250 km barat daya Pulau Ishigaki.
Otoritas meteorologi Taiwan menyebutkan kekuatan gempa sebesar 7,2. Sementara Jepang menyatakan gempa berkekuatan 7,7.
Di Hualien, gempa menyebabkan bangunan berlantai lima miring dan lantai satu runtuh, sedangkan bangunan berlantai sembilan juga miring. Sekolah dan kantor menghentikan kegiatan.
Chang Hung-chuan (62) yang tinggal di dekat gedung miring berlantai sembilan, mengatakan kepada Kyodo News, dia merasakan gempa ini berbeda dari yang dia alami sebelumnya karena gempa tersebut berlangsung lebih lama.
"Saat kejadian saya merasa mati rasa karena biasanya di Hualien banyak terjadi gempa, tapi yang ini berbeda. Kami terguncang naik turun dan dari sisi ke sisi. Saya tahu ada yang tidak beres," ujarnya.
Petugas penyelamat berusaha mengeluarkan seorang wanita yang terperangkap dari gedung miring berlantai sembilan itu sementara gempa susulan terus berlanjut, namun dia kemudian dipastikan meninggal. Area di dekat gedung ditutup.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!