Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kurs Rupiah Makin Memburuk Tertekan Inflasi

📅 Selasa, 02 Apr 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Kurs Rupiah Makin Memburuk Tertekan Inflasi Doc: Sumber: BPS - KORAN JAKARTA/ONES

JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS), pada Senin (1/4), merilis data inflasi pada Maret 2024 tercatat 0,43 persen dan secara year to date (ytd) atau Januari-Maret sudah mencapai 0,80 persen. Sedangkan secara tahunan (year on year/yoy) atau inflasi Maret 2023 terhadap Maret 2024 tercatat 3,05 persen.

Di Amerika Serikat (AS), Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE, Personal Consumption Expenditures Price Index) yang naik mengindikasikan tren inflasi yang berkelanjutan.

PCE Inti berfluktuasi, naik 2,8 persen periode tahunan dan 0,3 persen untuk periode bulanan. Angka tersebut menunjukkan tren inflasi yang berkelanjutan yang berpotensi mendorong bank sentral AS, Federal Reserve (Fed) menahan sebelum mulai menurunkan suku bunga tahun ini. Kondisi ini selanjutnya memberi sentimen positif terhadap mata uang dollar AS.

Analis Finex, Brahmantya Himawan, kepada Antara di Jakarta, Senin (1/4), mengatakan sentimen positif ke dollar AS itu menyebabkan kurs rupiah ditutup melemah 38 poin atau 0,24 persen ke level 15.895 rupiah per dollar AS dari sebelumnya 15.857 per dollar AS.

"Nilai rupiah masih cenderung melemah dan dollar AS lebih condong meneruskan tren kenaikannya terhadap rupiah. Hal ini juga didukung oleh perilisan angka inflasi Amerika Serikat yang diukur dengan Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi," kata Brahmantya.

Dihubungi dalam kesempatan terpisah, Guru Besar Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY), Aloysius Gunadi Brata, mengatakan pemerintah patut memperhatikan serius inflasi karena untuk inflasi tahunan lebih tinggi dari bulan sebelumnya (2,75 persen), sekaligus melampaui ekspektasi sebelumnya yakni di kisaran 3 persen.

"Hal itu berarti terjadi pelebaran diskrepansi antara ekspektasi dan realitas. Inflasi yang meninggi membuat mata uang pun menjadi lemah sehingga nilai tukarnya terhadap mata uang lain pun memburuk," kata Aloysius.

Pergerakan inflasi yang meningkat itu menjadi tantangan serius dalam menjaga target inflasi 2024 tidak lebih dari 3,5 persen.

Lebih lanjut, Aloysius mengatakan kenaikan inflasi secara bulanan dari Februari ke Maret sebesar 0,37 persen tersebut tampak lebih cepat dari kenaikan Januari ke Februari (dari 2,57 persen ke 2,75 persen). Ini boleh jadi menjadi pertanda bahwa di satu sisi pengendalian inflasi tidak cukup berhasil dan di sisi lain penyebab-penyebabnya tidak juga teratasi.

Sebab itu, dia meminta untuk memperhatikan pangan, khususnya beras, sebagai kontributor terbesar inflasi. Selain itu, bulan Puasa dan Lebaran masih berpotensi memberikan efek meningkatkan inflasi terlebih karena harga beras sampai saat ini masih cenderung tinggi. Agak beruntung, panen raya padi diperkirakan terjadi di bulan mendatang, namun belum pula tentu mampu menekan harga beras secara signifikan karena berhimpitan dengan Lebaran.

Kondisi tersebut disertai dengan harga pangan lainnya, juga transportasi yang selama ini selalu berkontribusi besar inflasi musiman terkait Lebaran. Sebagai gambaran, pemudik tahun ini diperkirakan meningkat lebih dari 50 persen dibanding tahun lalu.

Untuk itu, setidaknya dibutuhkan manajemen stok beras yang lebih jelas, bukan hanya untuk pengendalian inflasi, tetapi juga untuk memastikan ketahanan pangan secara keseluruhan. Hal itu mensyaratkan koordinasi dan sinkronisasi kebijakan yang baik antarlembaga terkait, sekaligus juga antardaerah untuk mengamankan rantai suplai pangan secara nasional.

"Di sini, manajemen transportasi bahan pangan juga perlu dipastikan tetap aman di tengah arus mudik Lebaran, misalnya dengan memastikan subsidi transportasi yang benar dari daerah surplus pangan ke daerah yang defisit pangan," kata Aloysius.

"Capital Outflow"

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Kepala BGN Baru Diminta Fok...

Pengukuhan dan Pengambilan Sumpah Komcad ASN

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Pengukuhan dan Pengambilan ...

Upaya Pembersihan Sampah di Kawasan Laut Jakarta

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Megapolitan
Upaya Pembersihan Sampah di...

Langkah Fajar/Fikri Berakhir di Babak 32 Besar

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Olahraga
Langkah Fajar/Fikri Berakhi...
Megapolitan
Voting Bipartisan DPR AS Pu...
Nasional
Kejagung Resmi Tahan Mantan...
Ekonomi
Pemerintah Siapkan Perubaha...
Nasional
Diskusi, Demokrasi Pancasil...

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.