Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ledakan Dahsyat akan Terlihat saat Gerhana Matahari Total pada 8 April

📅 Jumat, 29 Mar 2024, 16:59 WIB | Oleh:
Ledakan Dahsyat akan Terlihat saat Gerhana Matahari Total pada 8 April Doc: Istimewa
Ket. Lontaran massa koronal melontarkan lebih dari miliaran ton materi ke luar angkasa.

BOULDER - Para ahli baru-baru ini mengatakan, orang-orang yang berada di jalur gerhana matahari total pada 8 April akan mengalami periode kegelapan singkat selama beberapa detik dan akan melihat fenomena langit spektakuler.

Ini adalah satu-satunya waktu aman untuk melihat langsung ke matahari tanpa kacamata gerhana matahari.

Dan jika mereka mengamati korona matahari secara totalitas, mungkin akan tampak menara berwarna merah muda tua dan lingkaran plasma bermuatan listrik yang membentang berkali-kali lipat dari diameter Bumi ke luar angkasa.

Selama gerhana matahari total terakhir di Australia pada tanggal 20 April 2023, fenomena ini sangat spektakuler dan sangat luas.

Dikutip dari Space, fenomena ini hampir pasti akan terlihat selama totalitas gerhana di Amerika Utara pada tanggal 8 April, karena matahari kemungkinan besar berada pada puncak siklus matahari 11 tahunnya, yang dikenal sebagai solar maksimum.

Penonjolan dapat terlihat selama berhari-hari, dan kita dapat melihatnya kapan pun mau, jika menggunakan teleskop hidrogen alfa, tetapi ada beberapa fenomena langka lainnya yang mungkin dapat disaksikan selama totalitas. Berikut aktivitas matahari yang harus diperhatikan saat gerhana matahari total .

Ejeksi massa koronal

Salah satu fenomena yang mungkin terlihat adalah coronal mass ejection (CME).

Durasi: Beberapa jam
Penampakan: Struktur stasioner seperti spiral di mahkota matahari
Penampakan sebelumnya: 1860 dan 2020

"Jika kita beruntung, CME akan menampilkan dirinya sebagai struktur bengkok seperti spiral, berada jauh di atmosfer matahari," ujar Ryan French, fisikawan surya di National Solar Observatory di Boulder, Colorado, dan penulis "The Matahari: Panduan Pemula untuk Bintang Lokal Kita (Collins, 2023).

Menurutnya, CME adalah lontaran besar medan magnet dan massa plasma dari korona matahari, bergerak cepat tetapi terlihat diam selama beberapa jam.

"Artinya, letusan yang sama dapat terjadi di Rochester seperti di Dallas, pada tahapan berbeda dalam durasi letusan yang sama," kata French.


Badai Matahari


Frekuensi: Beberapa kali dalam sebulan
Durasi: Beberapa menit
Penampakan: Lingkaran merah di dekat permukaan matahari

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Keren, Unika Atma Jaya Masuk Top 100 Dunia WURI 2026

1.5 jam yang lalu | Mohammad Zaki Alatas

Nasional
Keren, Unika Atma Jaya Masu...
Daerah
BPJS Kesehatan Edukasi Pold...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

Wakil Menteri Imipas Silmy Karim Ditahan KPK

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.