Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Petani di Desa Bumi Asih Antusias Sambut Masa Panen

📅 Minggu, 24 Mar 2024, 18:54 WIB | Oleh:
Petani di Desa Bumi Asih Antusias Sambut Masa Panen Doc: ANTARA/Sujud
Ket. Petani panen padi dengan cara tradisional mengunakan arit atau sabit di Desa Bumi Asih Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan pada beberapa waktu lalu.

TANAH BUMBU - Petani padi di Desa Bumi Asih Kelumpang Selatan Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan, bersuka cita menyambut masa panen padi pada awal 2024.

"Alhamdulillah dalam waktu dekat atau kurang lebih sekitar sepuluh hari lagi, padi yang kita tanam mulai panen," kata salah satu petani padi di Desa Bumi Asih Umi Sholichahdi Batulicin,Ahad.

Di tengah isu harga beras yang melonjak di beberapa daerah, warga Bumi Asih kini bahagia karena memiliki beras dari hasil produksi sendiri dalam waktu dekat.

"Bahkan tradisi di keluarga kami sebagai wujud rasa syukur kepada Allah, hasil panen padi pertama yang sudah digiling menjadi beras atau "beras anyar" sebagian kecil dibagikan kepada keluarga atau kerabat terdekat agar ikut merasakan suka cita," katanya.

Sholichah meyakini "beras anyar" memiliki aroma dan rasa yang lebih nikmat dibandingkan dengan beras lama.

Sebagai upaya suka cita, dia menuturkan para petani padi menjaga pagi yang sudah berbunga setiap pagi hingga sore selama memasuki pembuahan atau usia 60-65 hari setelah masa tanam untuk menghindari hama.

"Kalau tidak dijaga dengan cara diusir, maka burung pipit yang selama ini menjadi hama dapat memakan bunga padi yang baru mekar," ujar Sholichah.

Sholichah mengungkapkan sebagian besar petani di Desa Bumi Asih sudah mulai panen pada pekan depan, bahkan ada juga yang sudah memasuki masatanamkedua sejak pertengahan Maret 2024.

"Kami sangat optimis, panen tahun ini akan berlimpah. Bahkan kami percaya Desa Bumi Asih bisa menjadi lumbung pangan untuk Kabupaten Kotabaru Provinsi Kalimantan Selatan," tuturnya.

Sementara itu, Kelompok Tani Desa Bumi Asih Kecamatan Kelumpang Selatan Suli Sarwono menambahkan, petani padi di Desa Bumi Asih mampu memproduksi padi hingga 1.300 ton per tahun dengan luas lahan mencapai 90 hektare.

Lahan seluas 90 hektare tersebut dikelola empat kelompok tani agar pengelolaan dan hasil panen padi lebih maksimal.

Kelompok Tani Maju Makmur mengelola lahan seluas 25 hektare, Kelompok Tani Sido Makmur (25 hektare), Karya bakti (18 hektare) dan Kelompok Tani Harapan Baru (22 hektare).

"Kami semua warga Desa Bumi Asih bersuka cita menyambut masa panen padi, di bulan yang penuh berkah ini," terang Suli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Olahraga
Formula 1: Lewis Hamilton K...
Advertisement
Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

Kalah dari Persija, Pelatih Persib Enggan Salahkan Satu-Dua Pemain

12 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.