Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BPBD: Kerugian Akibat Bencana di Kota Sukabumi Capai Rp1,25 Miliar

📅 Jumat, 22 Mar 2024, 09:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
BPBD: Kerugian Akibat Bencana di Kota Sukabumi Capai Rp1,25 Miliar Doc: ANTARA/Aditya Rohman
Ket. Petugas BPBD Kota Sukabumi saat meninjau salah satu rumah di Kecamatan Cibeureum, Kota Sukabumi, Jabar yang terdampak bencana angin puting beliung.

SUKABUMI - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, Jawa Barat, menyebutkan kerugian akibat bencana yang terjadi sepanjang Januari hingga Februari 2024 mencapai Rp1,25 miliar.

"Kerugian terbesar akibat bencana angin puting beliung yang nilainya hampir Rp1 miliar, kemudian cuaca buruk dan tanah longsor," kata Kepala Pelaksana BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat di Kantor BPBD Kota Sukabumi, Jumat (22/3).

Adapun kejadian bencana pada Januari sebanyak 36 kejadian dengan rincian angin puting beliung enam kejadian, banjir lima kejadian, cuaca ekstrem 15 kejadian, gempa bumi satu kejadian, kebakaran tiga kejadian, dan tanah longsor enam kejadian.

Kemudian pada Februari sebanyak 18 kejadian dengan rincian cuaca ekstrem sebanyak 16 kejadian, banjir dan tanah longsor masing-masing satu kejadian. Kerugian akibat bencana pada Januari mencapai Rp1,22 miliar, sedangkan pada Februari Rp30 juta.

Menurut Novian, cuaca ekstrem mendominasi kejadian bencana pada awal 2024, tetapi bencana yang menjadi penyumbang terbesar kerugian adalah angin puting beliung yang melanda Kecamatan Cibeureum di penghujung Januari.

Akibat bencana ini lebih dari 100 rumah rusak mengalami kerusakan, namun demikian tidak ada korban jiwa pada musibah yang terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tersebut.

"Pada Maret ini, bencana hidrometeorologi masih mendominasi seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang. Tetapi kami tidak mendapat laporan adanya korban jiwa maupun luka," katanya.

Di sisi lain, untuk meminimalisasikan kerugian, Novian mengimbau warga agar mengenali tanda-tanda alam yang berpotensi terjadinya bencana. Kemudian meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap lingkungan seperti tidak membuang sampah sembarangan dan membersihkan sampah yang menyumbat aliran air.

"Selain itu, tidak panik saat terjadi bencana, kemudian berlindung atau lari ke tempat yang lebih aman, utamakan keselamatan diri atau nyawa dibanding harta dan segera laporkan kejadian bencana tersebut," ujarnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Luar Negeri
Trump Tolak Perlambatan AI,...
Luar Negeri
Rival Jadi Mitra, Tiongkok-...
Advertisement
Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

Tragedi Masalembo Meledak, Menhub Dudy Perintahkan Usut Tuntas Penyebab KM Virgo Transport 8

13 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.