Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Sekjen PBB 'Khawatir' dengan Laporan Serangan Udara Myanmar

📅 Selasa, 19 Mar 2024, 12:14 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen PBB 'Khawatir' dengan Laporan Serangan Udara Myanmar Doc: The Star
Ket. Sekjen PBB Antonio Guterres.

BANGKOK - Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan "khawatir" dengan laporan serangan udara militer Myanmar yang sedang berlangsung di desa-desa di negara bagian Rakhine. Penduduk setempat mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 20 orang tewas pada hari Senin (18/3).

Bentrokan telah mengguncang negara bagian Rakhine barat Myanmar sejak Tentara Arakan (AA) menyerang pasukan keamanan pada bulan November, mengakhiri gencatan senjata yang sebagian besar telah dilaksanakan sejak kudeta militer pada 2021.

Guterres "khawatir dengan laporan serangan udara yang sedang berlangsung oleh militer, termasuk hari ini di kotapraja Minbya yang dilaporkan menewaskan dan melukai banyak warga sipil," kata juru bicara Sekjen PBB pada Senin (18/3).

Kota Minbya terletak di sebelah timur ibu kota negara bagian Sittwe, yang telah diputus oleh pejuang AA dalam beberapa pekan terakhir.

Serangan udara menghantam desa Thar Dar sekitar pukul 01.45 pada Senin, menewaskan 10 pria, empat wanita dan 10 anak-anak, kata seorang warga kepada AFP.

"Tidak ada pertempuran di desa kami dan mereka mengebom kami," katanya, meminta tidak disebutkan namanya karena alasan keamanan.

Warga lain, yang juga meminta namanya dirahasiakan, mengatakan 23 orang tewas dalam ledakan itu dan 18 luka-luka.

Konflik baru-baru ini telah menyebabkan puluhan ribu orang mengungsi di Rakhine, tempat tindakan keras militer pada tahun 2017 menyebabkan ratusan ribu warga Rohingya melarikan diri ke negara tetangga, Bangladesh.

Dengan sebagian besar jaringan seluler tidak berfungsi, komunikasi dengan wilayah sungai menjadi sangat sulit.

Pasukan Junta menguasai Sittwe namun dalam beberapa pekan terakhir pejuang AA telah menguasai distrik-distrik sekitarnya.

Pertempuran juga meluas ke negara tetangga India dan Bangladesh.

Bulan lalu, setidaknya dua orang tewas di Bangladesh setelah mortir yang ditembakkan dari Myanmar selama bentrokan di sana mendarat di seberang perbatasan.

AA adalah salah satu dari beberapa kelompok etnis minoritas bersenjata di wilayah perbatasan Myanmar, banyak di antaranya telah berperang melawan militer sejak kemerdekaan dari Inggris pada tahun 1948 demi otonomi dan kendali atas sumber daya yang menguntungkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Insiden Maut Chiang Rai: Te...

Yen Jepang Makin Terperosok Dekati Rekor Terendah

26 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Yen Jepang Makin Terperosok...
Luar Negeri
Armenia Terbelah Dua Kubu A...
Nasional
DPR Dorong Distribusi Digit...
Luar Negeri
Pekerja Mogok Kerja, Layana...
Daerah
Bangka Tengah Tanam Padi Go...
Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

Ada Event Lari Lintas Alam, Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango Ditutup Seminggu

23 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
# 7
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
📅 Selasa, 23-Jun-2026
Menanti laporan MSCI, 23 Juni 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.