Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sidang HAM PBB Angkat Isu Netralitas Pemerintah dalam Pemilu 2024

📅 Sabtu, 16 Mar 2024, 17:06 WIB | Oleh:
Sidang HAM PBB Angkat Isu Netralitas Pemerintah dalam Pemilu 2024 Doc: Istimewa
Ket. Logo Kantor Hak Asasi Manusia PBB


JENEWA - Perserikatan Bangsa-Bangsa melalui Komite Hak Asasi Manusia (HAM) baru-baru ini mengangkat isu ketidaknetralan pemerintah Indonesia dalam pelaksanaan Pemilihan Umum 2024.

Disiarkan oleh UN Web TV, anggota Komite HAM PBB atau Covenant on Civil and Political Rights, (CCPR), Bacre Waly Ndiaye, membahas pencalonan putra Presiden Joko Widodo, Gibran Rakabuming Raka, dalam Sidang Komite Hak Asasi Manusia (HAM) PBB di Jenewa, Swiss, Selasa (12/3)

Dalam sesi tanya jawab sidang tersebut, ia melontarkan sejumlah pertanyaan terkait jaminan hak politik untuk warga negara Indonesia dalam pemilu 2024, termasuk netralitas Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam ajang pesta demokrasi tersebut.

Awalmya, Ndiaye yang berasal dari Senegal mengangkat soal keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengubah batas usia capres-cawapres pada "menit-menit terakhir" pendaftaran.

"Kampanye digelar setelah putusan di menit akhir yang mengubah syarat pencalonan, membolehkan anak presiden untuk ikut dalam pencalonan. Adakah langkah-langkah yang dilakukam untuk memastikan pejabat-pejabat negara, termasuk presiden, tidak bisa memberi pengaruh terhadap pemilu?" ungkap Ndiaye.

Dia juga mengangkat soal penyelidikan atas dugaan intervensi pemilu dengan bertanya apakah pemerintah telah menggelar penyelidikan guna mengusut kecurigaan tersebut.

Dirjen Kerjasama Multilateral Kementerian Luar Negeri, Tri Tharyat, yang hadir sebagai perwakilan Indonesia tidak menjawab pertanyaan Ndiaye itu, namun justru menjawab pertanyaan-pertanyaan lain seperti pengerahan militer ke Papua, kebebasan beragama, dan kasus Panji Gumilang.

Sidang Komite HAM PBB dihadiri perwakilan negara anggota CCPR termasuk Indonesia. Berbagai isu HAM terbaru di sejumlah negara dibahas dalam forum, dengan format sesi tanya jawab antara masing-masing anggota komite HAM PBB kepada perwakilan negara.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Daerah
Kemeriahan Gebyar PAUD Yogy...
Megapolitan
Pelatihan Mengemudi Becak L...
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.