Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Temanggung Lakukan Gerakan Konservasi Tanah dan Air Berkelanjutan

📅 Selasa, 12 Mar 2024, 10:52 WIB | Oleh: Tim Penulis
Temanggung Lakukan Gerakan Konservasi Tanah dan Air Berkelanjutan Doc: antara
Ket. Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Temanggung Prasojo menanam pohon.

TEMANGGUNG - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, melakukan gerakan konservasi tanah dan air berkelanjutan dengan menanam ribuan pohon di sejumlah lokasi.

Kepala Bidang Pengendalian, Pencemaran, dan Kerusakan Lingkungan Hidup Kabupaten Temanggung Dwiana Novianto di Temanggung, Selasa (12/3), menyampaikan keterkaitan dengan perlindungan sumber mata air dilakukan gerakan konservasi mulai dari akhir 2023.

"Kalau dulu ada sabuk gunung sekarang ada gerakan konservasi berkelanjutan, kemudian secara berangsur teman-teman di desa itu mengikuti siklus musim hujan di bulan Desember, Januari, Februari, sampai Maret ini ada kegiatan konservasi terus berkelanjutan, salah satunya ada perlindungan sumber mata air," katanya.

Ia menyampaikan hal itudalam forum diskusi dengan masyarakat di beberapa kecamatan di Temanggung terutama warga masyarakat di daerah-daerah yang memiliki lahan kritis atau kemarin terdampak kekeringan cukup masif di 2023.

"Kita memang istilahnya menggugah kesadaran masyarakat untuk mulai ada kepedulian terhadap upaya perlindungan sumber mata air. minimal seperti itu," katanya.

Menurut dia gerakan ini sederhana dengan masyarakat hanya menanam, artinya lahan-lahan yang ada tanaman peneduh, sumber air ini bisa terbantukan penyerapannya.

"Ketika lahan kritis itu tertangani, dengan sendirinya kemampuan area penangkapan air kemudian akan muncul. Kalau hal itu dilakukan secara masif kemudian kesadaran masyarakat muncul ini suatu anugerah luar biasa," kayanya.

Ia menyampaikan untuk mendukung gerakan tersebut Pemkab Temanggung bekerja sama dengan corporate social responsibility (CSR) atau tanggung jawab sosial dari PT Djarum, PT Geodipa, KAI, dan Balai Pengelola Daerah Aliran Sungai Serayu Opak Progo.

"Dari situ kami mendapat bantuan ribuan bibit, kemudian memasuki musim hujan bibit-bibit itu baru kamidistribusikan ke masyarakat, terutama di area Gunung Sindoro, Sumbing, dan Prahu," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.