Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biden dan Trump Berdebat Soal Imigran dan Usia di Georgia

📅 Minggu, 10 Mar 2024, 15:36 WIB | Oleh: Tim Penulis
Biden dan Trump Berdebat Soal Imigran dan Usia di Georgia Doc: ST/AFP/BLOOMBERG
Ket. Joe Biden dan Donald Trump saling melontarkan kecaman pada tanggal 9 Maret mengenai isu usia dan imigrasi ketika menargetkan negara bagian Georgia yang menjadi medan pertempuran.

WASHINGTON - Presiden AS Joe Biden dan calon penantangnya, Donald Trump, saling melontarkan kecaman pada Sabtu (9/3) mengenai topik-topik utama, usia dan imigrasi, ketika mereka menargetkan negara bagian Georgia yang menjadi medan pertempuran.

Biden, yang berharap memanfaatkan momentum dari pidato kenegaraan yang penuh semangat pada hari Kamis, pergi ke ibu kota negara bagian Atlanta untuk memobilisasi pemilih kulit hitam dan Hispanik.

Dia sekali lagi menyerang Trump yang bersumpah akan menjadi "diktator" suatu hari nanti.

"Ketika dia mengatakan ingin menjadi diktator, saya percaya padanya," kata Biden dalam kampanyenya, menyoroti kekuatan ekonomi AS sambil menjanjikan tindakan untuk memangkas biaya di berbagai bidang seperti perumahan, kesehatan, dan pendidikan.

Dalam wawancara dengan MSNBC yang disiarkan Sabtu malam, Biden mengatakan menyesal menggunakan istilah "ilegal" ketika merujuk pada pembunuhan seorang mahasiswa keperawatan bulan lalu di Georgia.

"Saya seharusnya tidak menggunakan kata 'ilegal', melainkan 'tidak berdokumen'," kata Biden. Ia dikritik oleh kaum progresif dan anggota partainya sendiri karena menggunakan terminologi yang lebih umum digunakan oleh Partai Republik.

Trump, yang menjanjikan tindakan keras terhadap imigran ilegal sebagai bagian penting dari kampanyenya, berbicara panjang lebar dalam kampanye hari Sabtu tentang mahasiswa yang terbunuh tersebut.

"Laken Riley akan tetap hidup hari ini jika Joe Biden tidak dengan sengaja dan jahat menghancurkan perbatasan Amerika Serikat," katanya kepada pendukungnya di sudut barat laut Georgia yang berhaluan Partai Republik.

Dia mengecam Biden karena menarik kembali penggunaan kata "ilegal" untuk menggambarkan tersangka Venezuela dalam kejahatan tersebut, dengan mengatakan, "Biden harus meminta maaf karena telah meminta maaf kepada pembunuh ini."

Dalam kampanyenya, Trump juga berpura-pura menjadi Biden yang gagap dan mengejek lawannya yang berusia 81 tahun itu.

Tim kampanye Biden meluncurkan iklan TV pada hari Sabtu yang secara langsung membahas usia lanjutnya, kekhawatiran utama di kalangan pemilih.

"Begini, saya bukan anak muda. Itu bukan rahasia lagi. Tapi inilah kesepakatannya. Saya mengerti bagaimana melakukan sesuatu untuk rakyat Amerika," katanya saat itu juga.

Tim Trump dengan cepat merespons dengan pesan video yang dimulai dengan pernyataan Biden, diikuti dengan video klip presiden yang tersandung, terjatuh, atau terlihat bingung.

Georgia terpecah belah dalam pemilu tahun 2020 - yang dimenangkan oleh Biden dengan kurang dari 12.000 suara - sehingga Trump dengan kejam menelepon seorang pejabat tinggi negara untuk memintanya "menemukan" beberapa ribu suara tambahan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Olahraga
Iran Membidik Langkah Berse...
Daerah
Polres Kerinci Bahas Distri...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.