Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Setelah Pergumulan Panjang, Swedia Akhirnya Jadi Anggota NATO

📅 Kamis, 07 Mar 2024, 10:18 WIB | Oleh: Tim Penulis
Setelah Pergumulan Panjang, Swedia Akhirnya Jadi Anggota NATO Doc: ANTARA/REUTERS/Johanna Geron/Pool/RWA
Ket. Arsip - Sekjen NATO Jens Stoltenberg menghadiri seremoni pengajuan Swedia dan Finlandia untuk menjadi anggota di Brussels, Belgia (18/5/2022).

WASHINGTON - Setelah dua abad non-blok dan dua tahun diplomasi yang menyiksa, Swedia pada hari Kamis (7/3) menjadi anggota NATO ke-32, sebuah langkah besar bagi negara yang berhati-hati untuk tidak membuat marah Russia.

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengunjungi Washington di mana Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken akan secara resmi menerima dokumen ratifikasi setelah perjuangan keras mendapatkan lampu hijau yang dibutuhkan dari semua anggota NATO.

Kristersson kemungkinan besar akan menghadiri pidato kenegaraan tahunan Presiden Joe Biden, yang telah berjuang membujuk saingannya, Partai Republik, agar menyetujui bantuan baru ke Ukraina.

Bendera Swedia yang berwarna biru dan kuning keemasan diperkirakan akan dikibarkan pada hari Senin di markas besar Aliansi Perjanjian Atlantik Utara (NATO) di Brussel.

Russia telah berjanji melakukan "tindakan balasan" atas masuknya Swedia ke dalam NATO, terutama jika pasukan dan aset aliansi tersebut dikerahkan di negara tersebut.

Swedia dan Finlandia, meski secara militer terkait dengan Amerika Serikat dan anggota Uni Eropa, secara historis menghindari bergabung secara resmi dengan NATO, yang dibentuk pada Perang Dingin untuk bersatu melawan Uni Soviet.

Swedia tidak pernah terlibat dalam perang, termasuk Perang Dunia II, sejak konflik Napoleon pada awal abad ke-19.

Namun Finlandia dan Swedia mengajukan usulan bersama setelah Russia pada tahun 2022 menginvasi Ukraina.

Finlandia berhasil bergabung pada April 2023. Pencalonan Swedia terhenti karena dorongan tegas dari Turki, yang menuntut Stockholm, yang terkenal dengan kebijakan suaka liberalnya, menindak militan Kurdi yang berkampanye melawan Ankara.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan kemudian menuntut tindakan setelah para pengunjuk rasa, yang menikmati undang-undang kebebasan berpendapat di Swedia, menodai kitab suci Islam, Alquran.

Sebagai pemanis yang jelas dan tidak disebutkan, Amerika Serikat menggantungkan prospek pesawat tempur F-16 ke Turki, yang telah menghadapi sanksi Amerika atas pembelian peralatan militer besar-besaran dari Rusia.

Pemerintahan Biden pada bulan Januari menyetujui pengiriman pesawat tempur F-16 senilai $23 miliar ke Turki segera setelah Turki meratifikasi keanggotaan Swedia.

Amerika Serikat secara bersamaan memberikan bantuan berupa jet F-35 yang lebih canggih senilai $8,6 miliar untuk Yunani, sesama anggota NATO yang memiliki persaingan bersejarah dan sering mengalami ketegangan dengan Turki.

Bahkan dengan restu Turki, Swedia menghadapi kendala lain karena memerlukan persetujuan dari negara terakhir - Hongaria, yang perdana menterinya yang nasionalis, Viktor Orban, sering mengabaikan sekutu Baratnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Luar Negeri
Disapu Topan Jangmi, 23 War...

Babel Gatiskan 6.000 Sertifikat Halal

23 menit yang lalu | Sujar

Daerah
Babel Gatiskan 6.000 Sertif...
Luar Negeri
Bandara Dihantam Rudal, Kuw...
Daerah
SPMB 2026 Bengkulu Tanpa Ti...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.