Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sambut Era ‘Green Jobs’, Apa yang Bisa Dilakukan Institusi Pendidikan?

📅 Kamis, 07 Mar 2024, 10:03 WIB | Oleh: Tim Penulis

Revitalisasi pendidikan

Bentuk revitalisasi pendidikan untuk memenuhi tuntutan green jobs dapat dilakukan dengan fokus pada pengembangan sumber daya manusia sejak dini. Dimulai dari pembuatan kebijakan pendidikan untuk membentuk standar kompetensi yang mengarah pada keahlian dan kesiapan menghadapi tantangan lingkungan di masa depan.

Kebijakan ini juga perlu memperhatikan unsur kesinambungan dan keberlanjutan di semua tingkatan. Pemerhati pendidikan Ina Liem dalam wawancara di VOA Indonesia menyebutkan bahwa, di sekolah dasar hingga menengah atas, sistem pendidikan seringkali memiliki proyek ramah lingkungan, tapi upaya ini tidak berlanjut ke perguruan tinggi.

Integrasi kurikulum green skills

Kurikulum green skills menjadi kebutuhan mendesak seiring maraknya tuntutan pertumbuhan ekonomi yang menganut prinsip ekologis dan kesejahteraan sosial. Integrasi kurikulum green skills ke dalam pendidikan berpeluang membuat siswa lebih siap untuk mengatasi persoalan lingkungan dan kesejahteraan sosial yang mendukung pembangunan ramah Bumi.

Keterampilan green skills menurut OECD terdiri dari cognitive competencies (kemampuan kognitif untuk pemahaman ekologi dan solusi lingkungan), interpersonal skills (keterampilan berkomunikasi dan bekerja sama dalam konteks lingkungan), dan intrapersonal competencies (kemampuan mengelola diri dan motivasi untuk tindakan pro-lingkungan).

Kompetensi dasar dan inti dalam green skills perlu membantu siswa memahami konsep keberlanjutan secara menyeluruh. Mereka tidak hanya diajarkan untuk memahami dampak lingkungan dari tindakan manusia, tetapi juga merancang solusi berkelanjutan melalui pekerjaan mereka di masa depan. Siswa perlu bertindak sebagai motor penggerak transformasi yang menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan dalam setiap aspek kehidupan mereka, baik di tingkat pribadi maupun profesional.

Dalam praktiknya, kompetensi green skills tidak hanya mempelajari biologi, geografi, atau mata pelajaran ilmu lingkungan, melainkan juga perlu diperluas ke berbagai disiplin ilmu. Green skills perlu diintegrasikan ke dalam setiap mata pelajaran yang bertujuan menciptakan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan green jobs.

Pada mata pelajaran matematika, misalnya, integrasi green skills dapat dilakukan ketika mempelajari geometri - siswa tidak hanya diajak untuk memahami konsep dan rumus, tetapi juga diberi kesempatan untuk menggambarkan secara matematis desain taman berbasis ekologi atau merancang tata ruang kota yang ramah lingkungan.

Kemudian dalam mata pelajaran sosiologi, integrasi green skills dapat melibatkan kearifan lokal sehingga siswa paham keterkaitan perubahan iklim dengan dinamika sosial-budaya sesuai konteks lokal daerah masing-masing.

Green skills juga dapat diintegrasikan ke dalam mata pelajaran teknologi informasi dengan menciptakan aplikasi atau solusi teknologi untuk memonitor dan mengelola konsumsi energi. Mata pelajaran ekonomi dapat mengintegrasikan praktik green skills untuk menciptakan eco entrepreneurship atau kegiatan bisnis ramah lingkungan.

Pada akhirnya, integrasi kurikulum green skills yang selaras sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi dapat mempersiapkan kebutuhan aktual pasar kerja di sektor green jobs.The Conversation

Lingga Utami, PhD Student, Universitas Pendidikan Indonesia

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Halaman Rubrik
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

Nusron Wahid Dua Kali Mangkir, KPK Siapkan Panggilan Ketiga

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.