- Home
-
- Luar Negeri
-
- Eks Insinyur Google Ditudu...
Eks Insinyur Google Dituduh Curi Rahasia AI untuk Bantu Perusahaan Tiongkok
Kamis, 07 Mar 2024, 08:58 WIBSAN FRANCISCO - Seorang mantan insinyur perangkat lunak Google telah didakwa di California atas tuduhan mencuri rahasia dagang terkait kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dari unit Alphabet, untuk menguntungkan dua perusahaan Tiongkok tempat dia bekerja secara diam-diam.
Ding Linwei, juga dikenal sebagai Leon Ding, didakwa pada Selasa (5/3) oleh juri federal di San Francisco dengan empat tuduhan pencurian rahasia dagang.
Warga negara Tiongkok berusia 38 tahun itu ditangkap pada Rabu pagi di rumahnya di Newark, California.Pengacaranya tidak dapat segera diidentifikasi.
Dakwaan Ding diumumkan kurang lebih setahun setelah pemerintahan Biden membentuk Disruptive Technology Strike Force antarlembaga untuk membantu menghentikan akuisisi teknologi canggih oleh negara-negara seperti Tiongkok dan Rusia, atau berpotensi mengancam keamanan nasional.
"Departemen Kehakiman tidak akan mentolerir pencurian rahasia dagang dan intelijen kami," kata Jaksa Agung AS Merrick Garland pada konferensi di San Francisco.
Menurut dakwaan, Ding mencuri informasi rinci tentang infrastruktur perangkat keras dan platform perangkat lunak yang memungkinkan pusat data superkomputer Google melatih model AI besar melalui pembelajaran mesin.
Informasi yang dicuri termasuk rincian tentang chip dan sistem, serta perangkat lunak yang membantu menggerakkan superkomputer "yang mampu mengeksekusi pembelajaran mesin dan teknologi AI yang mutakhir", kata dakwaan.
Google merancang beberapa cetak biru chip yang diduga dicuri untuk mendapatkan keunggulan dibandingkan pesaing komputasi awan Amazon.com dan Microsoft, yang merancang sendiri, dan mengurangi ketergantungannya pada chip dari Nvidia.
Ding dipekerjakan oleh Google pada tahun 2019, ia diduga memulai pencuriannya tiga tahun kemudian, ketika didekati untuk menjadi chief technology officer untuk sebuah perusahaan teknologi Tiongkok tahap awal, dan pada Mei 2023 ia telah mengunggah lebih dari 500 file rahasia.
Surat dakwaan mengatakan Ding mendirikan perusahaan teknologinya sendiri pada bulan itu, dan menyebarkan dokumen ke grup obrolan yang berbunyi: "Kami memiliki pengalaman dengan platform kekuatan komputasi sepuluh ribu kartu Google; kami hanya perlu mereplikasi dan meningkatkannya."
Google mencurigai Ding pada Desember 2023 dan mengambil laptopnya pada 4 Januari 2024, sehari sebelum Ding berencana mengundurkan diri.
Juru bicara Google Jose Castaneda mengatakan: "Kami memiliki tindakan pengamanan yang ketat untuk mencegah pencurian informasi komersial rahasia dan rahasia dagang kami. Setelah penyelidikan, kami menemukan bahwa karyawan ini mencuri banyak dokumen, dan kami segera merujuk kasus ini ke penegak hukum."
Ding menghadapi hukuman hingga 10 tahun penjara dan denda US$250.000 untuk setiap dakwaan pidana.
Redaktur: Lili Lestari
Penulis: CNA
Berita Terkait:
-
Anker Perkenalkan Chip AI THUS™ dan Deretan Inovasi Baru di Anker Day 2026
-
East Ventures: Transformasi Digital Indonesia Harus Berujung pada Nilai Ekonomi Nyata
-
Jelang Puncak Haji, Kemenhaj Perketat Penataan Tenda dan Mitigasi Layanan Jamaah
-
Antonelli Tak Terbendung, Cetak Empat Kemenangan Beruntun dan Ukir Sejarah F1
-
Tiongkok Gelar "Operasi Khusus" di Dekat Taiwan, Terusik dengan Pertemuan Jepang-Filipina
-
BMKG Peringatkan Potensi Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Sumatera Utara
-
Intip Detik-Detik OTT Pembuang Sampah di Jagakarsa: Terciduk Basah oleh Kamera Petugas
PT. Berita Nusantara
© Copyright 2017 - 2026 Koran Jakarta ®
All rights reserved.