“Flor de la Mar', Kapal Pembawa Hasil Jarahan yang Tenggelam
📅 Rabu, 06 Mar 2024, 06:10 WIB | Oleh: Haryo BronoHarta Karun Terbesar
Selain membawa harta karun jarahan dari Malaka, Flor de la Mar konon juga mengangkut upeti yang mengesankan dari Raja Siam kepada raja Portugis, serta seluruh kekayaan pribadi de Albuquerque. Ini merupakan harta karun terbesar yang pernah dikumpulkan oleh Angkatan Laut Portugis.
Sayangnya bagi mereka, kapal harta karun mereka tidak pernah kembali ke Lisbon. Flor de la Mar meninggalkan Malaka pada bulan November 1511 dan tenggelam tak lama kemudian. Menurut laporan kontemporer, saat berlayar di sepanjang pantai Sumatra, kapal tersebut terjebak dalam badai.
Upaya dilakukan untuk mencari perlindungan di dekat pantai. Namun kapal akhirnya tidak dapat diselamatkan setelah terdampar di pantai. Akibatnya, kapal pecah menjadi dua, dan punggungnya yang tertancap di pasir, terhempas ombak. Tentu saja harta karun hasil jarahan turut tenggelam bersamanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Terlepas dari apakah harta karun itu masih ada di dalam bangkai kapal atau tidak, upaya telah dilakukan untuk menemukan sisa-sisa Flor de la Mar selama bertahun-tahun. Beberapa klaim telah dibuat mengenai penemuan bangkainya, meskipun tidak satupun yang benar-benar terbukti.
Pada 1992, misalnya, seorang pemburu harta karun bernama Bob Marx dikatakan mengumumkan penemuan kapal tersebut setelah tiga hari survei. Menurut cerita, proyek tersebut harus dihentikan, karena kabar tentang penemuan kapal tersebut bocor sebelum pengumuman.
Kapal tersebut kemungkinan besar tidak akan selamat sama sekali, mengingat kondisi laut yang buruk di wilayah tersebut. Selain itu, tidak menutup kemungkinan muatan kapal tersebut berhasil diselamatkan oleh para penyintas/penduduk setempat pasca badai. Hal ini mengingat kapal tersebut tercatat karam bukan di tengah laut melainkan di tepi pantai.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meskipun sebagian dari harta karun tersebut hampir pasti tenggelam ke dasar laut, kawasan ini dikatakan sebagai kawasan penyelaman tanpa visibilitas. Dengan dasar berlumpur dan arus tinggi, sehingga sangat sulit untuk menemukan benda berharga di perairan ini. hay/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!