Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kelola Sampah dengan Lebih Produktif melalui Bank Sampah

📅 Senin, 04 Mar 2024, 21:00 WIB | Oleh:
Kelola Sampah dengan Lebih Produktif melalui Bank Sampah Doc: Haryo Brono/Koran Jakarta
Ket. Seorang petugas sedang menimbang sampah plastic yang dikumpulkan oleh anggota di Bank Sampah Induk Gesit, yang berlokasi di samping Kantor Kelurahan Menteng Atas, Jakarta Selatan Senin (4/3). Bagi anggotanya bank sampah ini telah memberi keuntungan ekonomi di samping turut menjaga lingkungan.

JAKARTA - Laporan World Bank berjudul What a Waste 2.0, secara global jumlah sampah plastik yang mencemari ekosistem laut diprediksi meningkat hampir tiga kali lipat pada 2040 apabila tidak ada upaya pencegahan. Kondisi ini pun terjadi di Indonesia yang menghasilkan 12,87 juta ton sampah plastik selama 2023, sebanyak 408.885 ton di antaranya berakhir di lautan setiap tahun.

Dalam upaya menciptakan sistem pengelolaan sampah yang lebih produktif dan berkelanjutan, peranan bank sampah sangat penting. Hal ini sejalan dengan pelaksanaan prinsip ekonomi sirkular yaitu sebuah sistem ekonomi yang bertujuan untuk menghasilkan pertumbuhan dengan mempertahankan nilai produk, bahan, dan sumber daya dalam perekonomian selama mungkin.

Salah satu dari praktik bank sampah yang bisa dicontoh adalah Bank Sampah Induk Gesit yang berlokasi di samping Kelurahan Menteng Atas. Selain menerima sampah dari para anggota ini juga memperkenalkan sistem isi ulang U-Refill guna semakin memperkuat kontribusi Bank Sampah dalam menyebarluaskan perilaku bijak sampah di tengah masyarakat luas.

Direktur Bank Sampah Induk Gesit Sri Endarwati, mengungkapkan, sampah telah mengubah hidupnya dan teman-teman pengurus karena memberi keuntungan. Ia bisa beramal, menjaga lingkungan, mempererat hubungan antar komunitas, hingga memperluas koneksi.

"Syukur, Bank Sampah Induk Gesit saat ini memiliki 250 anggota, dan setiap harinya menerima berbagai macam jenis sampah dari 10 Kecamatan di wilayah Jakarta Selatan," ungkapnya di Bank Sampah Induk Gesit di Kelurahan Menteng Atas, Jakarta Senin (4/3).

Jenis sampah yang paling banyak ditampung di Bank Sampah Gesit adalah sampah plastik. Sampai ini per bulannya bisa mencapai angka 8 ton. Nilai ini jika dikonversikan dalam mata uang kurang lebih senilai 270 juta rupiah.

Direktur Pengurangan Sampah KLHK RIVindaDamayanti Ansjar,menjelaskan untuk penerapan ekonomi sirkular, produsen dapat bekerja sama dengan bank sampah, tempat pengolahan sampah reduce-reuse-recycle(TPS3R), industri daur ulang. Dengan cara ini pengelolaan sampah plastik ini dapat menghasilkan nilai ekonomi yang menjanjikan.

"Terkait tema hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2024,yaitu Atasi Sampah Plastik dengan Cara Produktif,kami percaya salah satu upaya agar sistem ekonomi sirkular yang efektif adalah melalui bank sampah," ungkapnya.

Sebaiknya Anda baca juga:

Ia mengatakan, keberadaan 27.631 unit bank sampah di seluruh Indonesia telah membawa pengaruh signifikan di sejumlah sektor, antara lain ekonomi, sosial dan lingkungan. Dari sisi ekonomi total omset bank sampah mencapai rata-rata 2,8 miliar rupiah per bulan.

Dari sisi sosial bank sampah mampu menyerap tenaga kerja hingga ratusan ribu orang. Sedangkan dari sisi lingkungan berhasil mengumpulkan sampah mencapai 136.860,20 ton, dengan jumlah sampah yang dimanfaatkan dan didaur ulang sebesar 5.227,73 ton.

"Terkait sampah plastik, bank sampah juga menjadi wadah yang efektif untuk mengurangi beban limbah plastik yang tercecer di TPA maupun lingkungan, meningkatkan daur ulang plastik, dan memberinya nilai ekonomi sesuai pedoman 3R (reuse, reducedanrecycle)," katanya.

Ia menambahkan, kolaborasi antar pemangku kepentingan untuk mendorong kiprah bank sampah terus dibutuhkan, termasuk dari pihak produsen. Sejalan dengan komitmen jangka panjang untuk memberikan dampak positif terhadap lingkungan, terus mendorong potensi Bank Sampah sebagai mitra inti dalam upaya berkelanjutan menangani permasalahan sampah plastik.

Isi Ulang

Di Bank Sampah Gesit sekarang telah tersedia U-Refill, sistem isi ulang yang juga hadir di bank sampah binaan perusahaan tersebut lainnya. Sistem ini adalah contoh penerapan ekonomi sirkular yang mengedepankan pentingnya perilaku bijak sampah, yaitu penggunaan kembali dan daur ulang, serta pengurangan penggunaan plastik.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

DPR Merespons Berbagai Isu Terkini

46 menit yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
DPR Merespons Berbagai Isu ...
Luar Negeri
Presiden Marcos Jr Desak Pa...
Luar Negeri
Thaksin Shinawatra Diberi P...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

Murid Korban Kebakaran di Kemayoran Dapat 100 Paket School Kit dan Trauma Healing dari Kemendikdasmen

03 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.