Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Musim Dingin Ekstrem Melanda Mongolia, 2 Juta Hewan Mati

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Es menyulitkan ternak untuk menerobos ke rumput di bawahnya, katanya, sehingga menghalangi mereka merumput dan memaksa banyak penggembala meminjam uang untuk membeli pakan.

"Perubahan cuaca sangat mendadak akhir-akhir ini," kata Tuvshinbayar.

Dzud paling mematikan yang pernah tercatat terjadi pada musim dingin tahun 2010-2011, ketika lebih dari 10 juta hewan mati - hampir seperempat dari total ternak di negara tersebut pada saat itu.

Hujan salju tahun ini - yang terberat sejak 1975 - telah menambah kesengsaraan para penggembala, mereka terjebak di daerah yang lebih dingin dan membuat mereka tidak mampu membeli makanan dan jerami untuk hewan mereka dari kota-kota terdekat.

Mongolia adalah salah satu negara dengan populasi paling jarang di dunia dan sepertiga dari populasinya yang berjumlah 3,3 juta orang adalah nomaden.

Pemerintah telah berjanji untuk membantu, dengan meluncurkan kampanye pengiriman pakan ternak jerami kepada para penggembala dalam upaya mencegah hilangnya lebih lanjut komoditas penting seperti daging dan kasmir, salah satu ekspor utama negara tersebut.

Namun untuk saat ini, Tuvshinbayar dan rekan-rekan penggembalanya hanya bisa berdoa agar cuaca lebih hangat.

"Menjadi penggembala menjadi sangat sulit - kami mengalami kekeringan dan banjir di musim panas dan dzud di musim dingin," katanya kepada AFP.

"Saya mulai kehilangan hewan-hewan saya jika salju tidak mencair dalam beberapa bulan mendatang," tambahnya.

"Semua penggembala berdoa agar cuaca lebih hangat agar es ini mencair, sehingga hewan kami dapat mencapai rumput."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
PT KAI Tutup 116 Perlintasa...
Ekonomi
Menkeu Ungkap Banyak Rumor ...

Wali Kota Bogor Aktivasi Museum Pajajaran

49 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Megapolitan
Wali Kota Bogor Aktivasi Mu...
Nasional
Mantan Wamenaker Noel Divon...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.