Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Musim Dingin Ekstrem Melanda Mongolia, 2 Juta Hewan Mati

📅 Selasa, 27 Feb 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Musim Dingin Ekstrem Melanda Mongolia, 2 Juta Hewan Mati Doc: AFP/Byambasuren BYAMBA-OCHIR
Ket. Cuaca ekstrem ini dikenal sebagai "dzud" dan biasanya mengakibatkan kematian sejumlah besar ternak.

BAYANMUNKH SUM - Lebih dari dua juta hewan mati di Mongolia pada musim dingin ini, kata seorang pejabat pemerintah pada Senin (26/2). Negara itu mengalami cuaca dingin dan salju ekstrem.

Negara yang terkurung daratan ini tidak asing dengan cuaca buruk pada bulan Desember hingga Maret, ketika suhu turun hingga minus 50 derajat Celcius (minus 58 Fahrenheit) di beberapa wilayah.

Namun musim dingin kali ini lebih parah dari biasanya, suhu lebih rendah dari biasanya dan hujan salju yang sangat lebat, kata PBB dalam sebuah laporan baru-baru ini.

Hingga Senin, 2,1 juta ekor ternak mati karena kelaparan dan kelelahan, kata Gantulga Batsaikhan dari Kementerian Pertanian Mongolia.

Mongolia memiliki 64,7 juta hewan termasuk domba, kambing, kuda, dan sapi, pada akhir tahun 2023, menurut statistik resmi.

Cuaca ekstrem ini dikenal sebagai "dzud" dan biasanya mengakibatkan kematian sejumlah besar ternak.

PBB mengatakan perubahan iklim meningkatkan frekuensi dan intensitas dzuds.

Mongolia telah mengalami enam dzud dalam satu dekade terakhir, termasuk musim dingin tahun 2022-2023 ketika 4,4 juta ekor ternak mati.

Dzud tahun ini diperburuk oleh kekeringan musim panas yang menghalangi hewan menimbun cukup lemak untuk bertahan hidup di musim dingin yang keras.

Berdoa untuk Cuaca Lebih Hangat

Tujuh puluh persenwilayah Mongoliamengalami kondisi "dzud atau mendekati dzud", kata PBB.

Bandingkan dengan 17 persen negara pada waktu yang sama pada tahun 2023.

"Musim dingin dimulai dengan salju lebat namun tiba-tiba suhu udara naik, dan salju mencair," kata penggembala Tuvshinbayar Byambaa kepada AFP.

"Kemudian suhu turun lagi, mengubah salju yang mencair menjadi es."

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Uji Coba Pendaratan Pesawat...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.