Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Ukraina Menanti Solidaritas Kemanusiaan dari Indonesia

📅 Senin, 26 Feb 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis

Delegasi kami bertemu dengan lembaga swadaya masyarakat (LSM) SaveUkraine dan Regional Center for Human Rights, yang keduanya menjelaskan bahwa dari total yang diculik, 19 ribu sudah berhasil diidentifikasi, namun otoritas Ukraina hanya berhasil menyelamatkan 388 anak.

Hal ini tentu tidak dibenarkan oleh hukum internasional, dan justru menjadi cara Rusia untuk menghapus bangsa Ukraina, karena secara spesifik menyasar anak-anak sebagai calon pemimpin Ukraina di masa depan.

Persekusi Muslim Krimea

Isu lain yang juga mengemuka di Ukraina adalah mengenai kondisi masyarakat Muslim di Krimea, wilayah Ukraina yang sudah diduduki dan dicaplok oleh Rusia sejak 2014.

Mantan Mufti (ulama yang biasanya berwenang mengeluarkan fatwa) Ukraina yang sekarang turut berperang, Sheikh Said Ismagilov, dalam pertemuannya dengan kami mengatakan bahwa pemerintah Rusia menekan hak asasi kaum Muslim di Krimea, baik melalui intimidasi, penangkapan ulama, serta pembubaran pesantren di wilayah Krimea. Hal ini diamini juga oleh Sheikh Aider Rustemov, yang pertemuannya dengan kami dilakukan di sebuah bunker akibat masifnya serangan Rusia pada hari tersebut.

Laporan dari berbagai organisasi internasional menunjukkan bahwa kelompok Muslim Tatar (salah satu dinasti Muslim yang pernah berjaya di Krimea) telah dipersekusi oleh pemerintah pendudukan Rusia di Krimea karena melawan pendudukan tersebut sejak awal. Bentuk persekusinya antara lain penangkapan warga Muslim Tatar, penggerebekan oleh polisi, pelarangan media Muslim Tatar, serta pelarangan terhadap Majelis (dewan perwakilan masyarakat) Krimea.

Menariknya, Desember 2023 lalu, Kedutaan Rusia di Indonesia memberitakan dibukanya Mesjid Agung di Simferopol, Krimea, dengan mengutip Mufti Krimea yang diakui Rusia, yaitu Emirali Ablayev. Pemberitaan ini bisa disebut sebagai bentuk disinformasi dari Rusia, yang dengan sengaja menonjolkan pembangunan mesjid agung di tengah penderitaan warga Muslim Krimea.

Berita soal pendirian mesjid ini tentu akan diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia, yang mayoritas tidak memahami bahwa di balik itu, masih ada penindasan besar terhadap kelompok Muslim di Krimea.

Propaganda narasi Islam

Bisa dilihat bahwa pola propaganda Rusia di Indonesia kini berfokus pada narasi-narasi Islam. Penelitian menemukan bahwa warganet di Indonesia cenderung merespons dua aspek dari propaganda Rusia: (1) kehebatan Putin melawan Barat dan Putin yang dianggap aktor pro-Islam, dan (2) pembelaan Rusia terhadap Palestina.

Di balik itu, masyarakat Indonesia tidak memahami bahwa di Krimea, masyarakat Muslim Tatar justru dipersekusi oleh Rusia.

Dalam hal ini, seharusnya ada solidaritas sesama Muslim yang menguatkan relasi antara Indonesia dengan Ukraina dan Krimea, seperti halnya solidaritas sesama Muslim yang banyak ditunjukkan masyarakat Indonesia untuk penduduk di Gaza.

Ukraina juga perlu solidaritas kemanusiaan

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Sentimen The Fed Masih Domi...
Olahraga
Naomi Siap Hadapi Elise Mer...
Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

Ternyata Gara-Gara Ini, Taufik Hidayat Pelaku Penyekapan Perempuan hingga Buta di Bandung Berhasil Diciduk

24 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.