Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ukraina Menanti Solidaritas Kemanusiaan dari Indonesia

📅 Senin, 26 Feb 2024, 16:00 WIB | Oleh: Tim Penulis
Ukraina Menanti Solidaritas Kemanusiaan dari Indonesia Doc: The Conversation/Shutterstock/Marian Weyo
Ket. Seorang perempuan Ukraina memeluk ketiga anaknya setelah mereka terpaksa meninggalkan negara mereka dan menjadi pengungsi.

Radityo Dharmaputra, Universitas Airlangga

Tepat dua tahun sudah Rusia melakukan invasi skala penuh ke wilayah Ukraina. Perang masih terus berlangsung sampai hari ini.

Bahkan pada 29 Desember 2023 lalu, Rusia melancarkan serangan udara terbesarnya ke Ukraina. Sekitar 39 penduduk dilaporkan tewas dan 160 orang terluka akibat serangan yang menggunakan 158 misil (termasuk peluru kendali jelajah dan hipersonik) dan pesawat tanpa awak Shaheed tersebut.

Di Indonesia, serangan ini tampaknya masih kalah "populer" dari berita serangan brutal Israel ke Palestina dan isu krisis pengungsi Rohingya di Aceh. Terlebih, publik juga tengah fokus dengan semarak Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Bahkan, dalam sesi debat calon presiden (capres) dengan topik politik luar negeri pada 7 Januari lalu, isu mengenai perang Rusia-Ukraina tidak diungkit sama sekali oleh ketiga capres.

Hal ini tentu bisa dimaklumi, mengingat kedekatan relijius dan historis mayoritas masyarakat Indonesia dengan Palestina, kedekatan geografis dengan Rohingya dan dampaknya pada masyarakat Aceh, serta tentu saja betapa pentingnya Pemilu.

Tulisan ini bermaksud mengingatkan masyarakat Indonesia bahwa invasi skala penuh Rusia ke Ukraina masih terus berlangsung, korban masih terus berjatuhan, dan oleh karenanya perlu adanya solidaritas dari masyarakat Indonesia untuk masyarakat Ukraina.

Kondisi terakhir di Ukraina

Dalam kapasitas saya sebagai akademisi kajian Eropa Timur, saya bersama dengan beberapa anggota delegasi perwakilan masyarakat sipil Indonesia berkesempatan mengunjungi Ukraina pada 9-20 Desember 2023 lalu. Ini merupakan kunjungan balasan terhadap kehadiran delegasi masyarakat sipil Ukraina di Indonesia pada awal Februari 2023.

Pada kunjungan ke Ukraina itu, kami bertemu dengan banyak elemen masyarakat sipil di Ukraina, termasuk para ulama Islam di sana, mengunjungi wilayah-wilayah yang rusak parah akibat serangan Rusia, seperti Bucha, Borodyanka, dan Irpin, bertemu dengan para penyintas dan bekas tahanan perang Rusia yang mengalami siksaan, serta bertemu dengan banyak organisasi hak asasi manusia (HAM) dan universitas.

Dalam kunjungan kami ke Lviv dan Kyiv, serta area sekitarnya yang hancur akibat perang, kami melihat bagaimana sebetulnya situasi kehidupan masyarakat di sana saat ini.

Penculikan anak-anak

Invasi Rusia telah menimbulkan dampak masif terhadap masyarakat Ukraina. Salah satu isu besar yang mengemuka, yang juga sempat dibahas oleh Dewan Keamanan PBB, adalah penculikan sekitar 700 ribuan anak di Ukraina oleh militer Rusia.

Laporan dari Associated Press yang diterbitkan Maret 2023 menunjukkan bagaimana Rusia mengambil paksa anak-anak dari wilayah Ukraina yang dihancurkan, seperti Mariupol, dan mengintegrasikan mereka secara paksa ke keluarga Rusia.

Isu ini menjadi salah satu permasalahan utama yang dibahas oleh Dewan Keamanan PBB, dalam debat tanggal 24 Agustus 2023. Penculikan ini juga menyebabkan Presiden Rusia Vladimir Putin dianggap sebagai penjahat perang oleh Mahkamah Kriminal Internasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Megapolitan
Daftar Lokasi Samsat Kelili...
Luar Negeri
Pentagon Tutup Mulut soal E...
Megapolitan
Urus SIM Tak Repot Lagi, Ad...
Daerah
Pemulihan sawah pascabencan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

Sabet 14 Medali Sehari, Indonesia Makin Kokoh di 9 Besar Asian Para Games 2026

23 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.