Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Pengawasan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan Ditingkatkan

📅 Senin, 26 Feb 2024, 01:38 WIB | Oleh: Tim Penulis
Pengawasan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadhan Ditingkatkan Doc: Antara/HO-Pemkot Kendari
Ket. Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Kendari Abdul Rauf.

KENDARI - Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mulai meningkatkan pengawasan di pasar tradisional dan ritel modern terkait dengan harga bahan pokok atau Bapok jelang Ramadhan 1445 Hijriah (H)/2024 Masehi (M).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Ketapang) Kota Kendari Abdul Rauf di Kendari, Minggu, mengatakan bahwa pengawasan itu dilakukan agar mencegah oknum-oknum yang bermain sehingga mengakibatkan kenaikan harga Bapok di Kota Kendari, khususnya saat ini menjelang Bulan Suci Ramadhan 1445 H.

"Seperti pengalaman sebelumnya, saat bulan Ramadan banyak spekulan yang memainkan harga bahan pangan. Sehingga kami hadir jauh hari untuk mencegahnya," kata Abdul Rauf.

Dia menyebutkan bahwa sebagai bentuk pencegahan, pihaknya telah bergabung dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Satuan Gugus Tugas (Satgas) Pangan untuk terus melakukan pengawasan melalui dengan operasi dan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar dan ritel modern.

"Kemarin kami sudah turun melaksanakan pemantauan di pasar-pasar. Untuk sementara harga dan pasokan bahan pangan masih terjaga. Kami juga belum lama ini telah melaksanakan pemantauan di Gudang Bulog untuk memastikan stok beras tersedia," ujarnya.

Abdul Rauf menjelaskan bahwa berdasarkan hasil pantauan Dinas Ketapang Kota Kendari, bahan pangan di Kota Kendari saat ini masih dalam kondisi aman.

"Seperti beras, saat ini beras masih tersedia sekitar 3 ribu ton, begitu juga minyak goreng masih tersedia sekitar 30 ribu liter, dan gula pasir masih ada sekitar 90 ton. Alhamdulillah sampai saat ini masih aman saja," ungkap Abdul Rauf.

Selain pasokan yang melimpah, lanjut Abdul Rauf, harga sejumlah bahan pangan juga sangat terjangkau. Seperti beras yang dijual seharga Rp63 ribu per lima kilogram, minyak goreng Rp 4 ribu per liter, dan gula pasir hanya Rp16 ribu per kilogram.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Luar Negeri
Toko-toko di Bordeaux bersi...
Luar Negeri
Kenaikan Harga BBM Picu Aks...
Megapolitan
Pasar pangan murah menjangk...
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.