UIN Datokarama dan BNPT sinergi kembangkan kampus kebangsaan
📅 Minggu, 25 Feb 2024, 16:03 WIB | Oleh: Arif
Doc: ANTARA/HO-Humas UIN Datokarama Palu
Palu - Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng), dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) bersinergi mengembangkan perguruan tinggi di Indonesia menjadi kampus kebangsaan, sebagai satu upaya mencegah tumbuh dan berkembangnya radikalisme serta terorisme.
Rektor UIN Datokarama Profesor Lukman S Thahir, di Palu, Ahad, mengemukakan perguruan tinggi di Indonesia perlu dikembangkan sebagai kampus kebangsaan sebagai upaya membendung masuknya radikalisme di lingkungan kampus.
"Kampus kebangsaan adalah kampus yang memiliki pemahaman mendalam, mengenai identitas sejarah, budaya, dan nilai-nilai luhur, yang melekat dalam suku bangsa," ujarnya.
Lukman yang juga sebagai peneliti tentang radikalisme di Sultengtelah bertemu dengan pejabat BNPT dan menyampaikan gagasan tentang kampus.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pertemuan antara Rektor UIN Palu dengan pejabat BNPTitusaat BNPT mengundang Lukman untuk menyampaikan materi tentang kampus kebangsaan pada rapat kerja nasional BNPT dan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) se-Indonesia di Jakarta.
Ia menyatakan perguruan tinggi dapat dikatakan sebagai kampus kebangsaan bila memenuhi tiga indikator yaitu adanya kurikulum dan pengajaran yang memiliki wawasan kebangsaan dan keagamaan yang moderat, kemudian terdapat aktivitas yang mengandung penanaman nilai cinta Tanah Air, bela negara, toleransi, kemanusiaan, dan gotong royong, serta kampus yang terbebas dari paham intoleransi, ekstrimisme, dan terorisme.
"Tiga indikator tersebuttelah diterapkan oleh UIN Datokarama dan kami bertekad menjadipilot projectkampus kebangsaan di Indonesia," sebutnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menawarkan kepada BNPT untuk mengembangkan perguruan tinggi kebangsaan dengan tiga konsepyaitu setiap kampus harus memiliki visi teologisdimana kampus harus memiliki sikap tegas mencegah radikalisme dan intoleransi, serta ektrimisme.
"Pertegas dirimu sebagai identitas perguruan tinggimu. Ini penting dilakukan," ujarnya.
Langkah kedua merumuskan arah kebijakan, antara lain melalukan survei terhadap mahasiswa baru terkait pemahaman moderasi beragamadan hasil survei menjadi alat kebijakan intervensi.
Disamping itu, kata dia, kampus harus membentuk pusat kajianseperti rumah moderasi beragama dan pusat kajian radikalisme atas nama agama.
"UIN Datokarama telah melakukan ini. Oleh karena itukampus UIN Datokarama Palu menjadi kampus umat beragama. Kampusnya semua agama," tutur Lukman.
Langkah ketiga, katanya, meliputi strategis pencapaian melalui penguatan kolaborasi para pihak, termasuk Kepolisian, kemudian melakukan pendampingan terhadap eks narapidana terorisme (napiter).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!