Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Sekjen Guterres Desak Russia Patuhi Piagam PBB

📅 Sabtu, 24 Feb 2024, 13:26 WIB | Oleh: Tim Penulis
Sekjen Guterres Desak Russia Patuhi Piagam PBB Doc: Eco-Bussiness/US Mission Photo
Ket. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres.

WASHINGTON - Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, Jumat (23/2), menyoroti dampak global dari konflik di Ukraina dan mendesak Rusia untuk mematuhi Piagam PBB.

"Dua tahun berlalu - dan satu dekade sejak upaya Rusia melakukan aneksasi ilegal terhadap Republik Otonomi Krimea di Ukraina dan kota Sevastopol - perang di Ukraina masih menjadi luka terbuka di jantung Eropa," kata Guterres kepada Dewan Keamanan dalam sebuah sesi.

Ini adalah waktu yang tepat untuk perdamaian berdasarkan Piagam PBB, hukum internasional dan resolusi Majelis Umum, tambahnya.

"Dalam perang apa pun, semua orang menderita. Namun rakyat Ukraina sangat menderita akibat perang yang dilakukan Rusia terhadap mereka," kata Guterres sambil mengenang lebih dari 10 ribu warga sipil, pria, wanita dan anak-anak tewas.

Kerusakan dan kehancuran rumah sakit, sekolah, fasilitas kesehatan dan infrastruktur sipil "sering terjadi dan semakin intensif", katanya.

"PBB telah mendokumentasikan kebrutalan yang meluas dan meresahkan. Komisi Penyelidikan Internasional Independen untuk Ukraina melaporkan bahwa warga sipil dan tahanan disiksa, dan lebih dari dua ratus kasus kekerasan seksual, sebagian besar dilakukan oleh pasukan Federasi Rusia.

"Semua pelaku harus dimintai pertanggungjawaban," tegas Sekjen PBB tersebut.

Banyak warga Ukraina yang mengalami "mimpi buruk karena kehilangan anak-anak mereka," kata Guterres.

Dia juga menambahkan hampir empat juta warga Ukraina menjadi pengungsi internal, dan lebih dari 14,5 juta orang di negara tersebut membutuhkan bantuan kemanusiaan.

"Perang ini juga merugikan rakyat Rusia. Ribuan pemuda Rusia tewas di garis depan. Warga sipil yang terkena serangan di kota-kota Rusia juga menderita. Bahaya konflik yang semakin meningkat dan meluas sangat nyata," tegasnya.

Guterres menekankan bahwa perang itu memperdalam perpecahan geopolitik, memperparah ketidakstabilan regional, dan memperkecil ruang yang tersedia untuk mengatasi masalah-masalah global mendesak lainnya.

"Selain itu, kemungkinan perang yang mengakibatkan kecelakaan nuklir membuat dunia ketakutan. Kedua pihak yang berkonflik harus mengambil semua tindakan yang mungkin mencegah hal tersebut terjadi - di semua lokasi nuklir di seluruh negeri," tambahnya.

PBB juga akan terus mendorong kebebasan dan keselamatan navigasi di Laut Hitam dan makanan serta pupuk Ukraina dan Rusia yang sangat dibutuhkan, untuk menjangkau pasar global, katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Rona
7 Drama Korea Baru Wajib Di...
Ekonomi
Sompo Indonesia selenggarak...
Luar Negeri
Dua Kapal Tanker Minyak Dis...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.