Parlemen Jerman Putuskan Legalkan Ganja untuk Rekreasi
📅 Sabtu, 24 Feb 2024, 09:43 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: AFP/JOHN MACDOUGALL
BERLIN - Parlemen Jerman menggelar pemungutan suara pada Jumat (22/2) untuk melegalkan kepemilikan dan pengendalian penanaman ganja mulai April, meskipun ditentang pihak oposisi dan asosiasi medis.
Berdasarkan undang-undang baru, warga Jerman dimungkinkan untuk mendapatkan hingga 25 gram ganja per hari untuk penggunaan pribadi melalui asosiasi budidaya ganja resmu, serta memiliki hingga tiga tanaman di rumah.
Namun kepemilikan dan penggunaan obat-obatan tersebut akan tetap dilarang bagi yang berusia di bawah 18 tahun.
Perubahan ini membuat Jerman memiliki undang-undang ganja yang paling liberal di Eropa, sehingga sejalan dengan Malta dan Luksemburg, yang masing-masing melegalkan penggunaan narkoba untuk rekreasi pada 2021 dan 2023.
Belanda juga telah lama memiliki undang-undang ganja yang liberal, namun dalam beberapa tahun terakhir beberapa bagian negara tersebut mulai melakukan tindakan keras terhadap penjualan ganja kepada wisatawan dan non-penduduk.
Sebaiknya Anda baca juga:
Menjelang pemungutan suara, Menteri Kesehatan Karl Lauterbach meminta anggota parlemen untuk mendukung undang-undang kontroversial tersebut, dengan alasan "situasi yang kita alami saat ini sama sekali tidak dapat diterima".
Jerman mengalami peningkatan tajam jumlah generasi muda yang menggunakan ganja yang diperoleh di pasar gelap, kata Lauterbach, anggota Partai Sosial Demokrat pimpinan Kanselir Olaf Scholz.
Ideologi
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut Asosiasi Ganja Jerman, zat-zat yang dapat berakhir di pasar gelap ganja antara lain pasir, hairspray, bedak talk, rempah-rempah, bahkan kaca dan timah.
Para ahli juga mengatakan ganja dapat terkontaminasi heroin atau cannabinoid sintetis yang 100 kali lebih kuat dibandingkan cannabinoid psikoaktif alami.
Namun Simone Borchardt dari partai oposisi CDU mengatakan undang-undang baru tersebut hanya akan meningkatkan risiko kesehatan bagi generasi muda.
Dia menuduh tiga partai dalam pemerintahan koalisi Scholz "membuat kebijakan untuk ideologi mereka dan bukan untuk negara".
Undang-undang tersebut juga mendapat banyak kritik dari asosiasi medis dan kelompok kesehatan.
Beberapa ahli memperingatkan bahwa penggunaan ganja di kalangan generasi muda dapat mempengaruhi perkembangan sistem saraf pusat, sehingga menyebabkan peningkatan risiko psikosis dan skizofrenia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!