Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Industri Terkendala Suplai Bahan Daur Ulang

📅 Jumat, 23 Feb 2024, 10:39 WIB | Oleh: Tim Penulis
Industri Terkendala Suplai Bahan Daur Ulang Doc: ISTIMEWA

JAKARTA - Penerapan ekonomi sirkular dinilai menjadi salah satu inisiatif kunci dalam pengembangan industri hijau. Karenanya, dunia industri perlu terus berinovasi sehingga proses produksi makin efektif dan efisien.

"Jadi, bagaimana mengimplementasikan industri hijau salah satunya adalah melalui sirkular ekonomi, kemudian pengembangan energi baru terbarukan, pengendalian emisi, serta agro-waste management," ujar Analis Industri Pusat Industri Hijau Kementerian Perindustrian Muhammad Abdul Aziz Ramdhani dalam Forum Rencana Aksi Ekonomi Sirkular Indonesia di Jakarta, Kamis (22/2).

Dia menyatakan, sebelum istilah ekonomi sirkular menjadi popular seperti sekarang ini, para pelaku industri sebenarnya telah berinovasi agar proses produksi mereka berjalan efektif dan efisien melalui upaya-upaya yang berkonsep mirip seperti ekonomi sirkular.

Dia mencontohkan banyak pabrik pembuat kaca yang memanfaatkan pecahan hasil pemotongan kaca atau kaca bekas pakai dari perumahan dan perkantoran untuk menjadi bahan baku pembuatan kaca baru. "Industri membutuhkan itu sebagai substitusi bahan baku agar tidak semuanya dari virgin material," kata Aziz.

Menurutnya, penggunaan pecahan kaca maupun kaca bekas pakai dapat mengurangi penggunaan energi hingga biaya untuk proses produksi.

Namun, dia menyatakan penggunaan barang daur ulang dalam sektor industri menghadapi dua tantangan besar, yaitu pasokan barang daur ulang yang kurang serta perilaku masyarakat yang masih enggan menggunakan produk hasil daur ulang.

Aziz pun meminta semua pihak untuk membantu menyediakan pasokan bahan daur ulang untuk industri mulai dari proses mengumpulkan, memilah, sampai distribusi karena terdapat gap antara pasokan dan permintaan.

"Timbunan sampah ada di mana-mana, semua bisa menjadi potensi ekonomi. Dari tingkat rumah tangga itu masyarakat dapat memilah, kemudian masuk ke bank sampah unit, bank sampah induk, atau TPS 3R, dan lalu menuju ke industri," jelasnya.

Dia berharap dengan upaya tersebut, ekosistem daur ulang semakin berkembang dan memberikan keuntungan kepada industri.

Perubahan Perilaku

Sementara itu, terkait keengganan masyarakat menggunakan produk hasil daur ulang, Aziz mengatakan perlu ada perubahan pola perilaku. Menurutnya, publik sudah mulai dapat menerima produk-produk hasil daur ulang dari plastik dan kaca, namun tidak terhadap produk tekstil.

"Ketika itu didaur ulang 100 persen, mungkin ada penurunan kualitas, misalnya barang tekstil hasil daur ulang itu agak kasar dibandingkan yang menggunakan virgin material yang lebih halus. Nah itu, pasar di dalam negeri masih belum menerima," katanya.

Pada kesempatan sama, Kepala Divisi untuk Asia Timur dan Asia Tenggara Kementerian Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Jerman, Andreas Foerster mengapresiasi dokumen rencana aksi ekonomi sirkular Indonesia yang menggali peluang dan manfaat dari pengembangan sektor tersebut.

"Jika dicermati dalam dokumen (rencana aksi) Indonesia, terlihat ada manfaat ekonomi yang signifikan dari ekonomi sirkular dan saya takjub bahwa sektor ini dapat menghasilkan tambahan PDB lebih dari 500 triliun rupiah," ujar Andreas.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

24 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

33 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
Olahraga
Formula 1: Antonelli Harus ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.