Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Banyak Negara Berkembang Menuju Krisis Karena Utang Tinggi

📅 Kamis, 22 Feb 2024, 00:04 WIB | Oleh: Tim Redaksi

Menurut Gill, saat ini, 28 negara yang memenuhi syarat untuk meminjam dari IDA Bank Dunia diklasifikasikan memiliki risiko tinggi mengalami kesulitan utang, dan 11 negara sudah berada dalam kondisi tertekan.

"Hal yang semakin memperparah masalah ini adalah kenyataan bahwa negara-negara berkembang sedang menghadapi harga energi yang lebih tinggi, tingkat suku bunga yang lebih tinggi, dan gejolak geopolitik yang sedang berlangsung," sebutnya.

Gill menyatakan bahwa publikasi tersebut harus memberikan peringatan mengenai bahaya yang dihadapi negara-negara berpendapatan rendah dan bahwa negara-negara termiskin sedang menghadapi masa sulit di tahun-tahun mendatang karena pembayaran bunga saja telah meningkat empat kali lipat sejak 2012.

Selain pembayaran utang dan bunga yang semakin meningkat, negara-negara berkembang paling menderita karena sebagian besar telah terputus dari kreditor swasta akibat kenaikan suku bunga.

Peneliti Ekonomi Center of Economic and Law Studies (Celios), Nailul Huda, mengatakan rate obligasi pemerintah Indonesia terlalu tinggi yang dikhawatirkan akan membuat kemampuan bayar utang melemah. "Pada tahun 2015-2019, pembayaran utang menjadi pertumbuhan paling besar di APBN kita. Keseimbangan primer kita negatif," paparnya.

Untuk membayar utang dan bunga saja, pemerintah harus berutang. Ini yang harus dilihat oleh pemerintahan baru ke depan. Pastinya beban berat ke depannya, apalagi dengan program yang cost center-nya banyak. "Saya rasa utang Indonesia bisa naik 1,5-2 kali lipat pada 2029," pungkas Huda.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Nasional
Atap bangunan sekolah SDN d...
Ekonomi
Nilai tukar rupiah terendah...

Operasi uji emisi kendaraan di Tangerang

34 menit yang lalu | Wahyu AP

Megapolitan
Operasi uji emisi kendaraan...
Megapolitan
Pemkot Jakut Vaksinasi Ribu...
Ekonomi
Industri sepatu rumahan kua...

Pelaksanaan program penghapusan bentor

39 menit yang lalu | Wahyu AP

Nasional
Pelaksanaan program penghap...
Megapolitan
Pemprov DKI gelar program o...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

Rupiah Tembus Rp18.000 per Dollar Pagi Ini, Dibayangi Tekanan Global dan Domestik

04 Jun 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.