Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

BI: Ekonomi Global Diperkirakan Lebih Baik Dibanding Proyeksi Semula

📅 Rabu, 21 Feb 2024, 22:21 WIB | Oleh: Tim Penulis
BI: Ekonomi Global Diperkirakan Lebih Baik Dibanding Proyeksi Semula Doc: ANTARA/Uyu Septiyati Liman
Ket. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan hasil Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia di Jakarta, Rabu (21/2/2024).

Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyatakan proyeksi pertumbuhan ekonomiglobal lebih baik dibandingkan proyeksi sebelumnya, yaitu dari 3 persen di 2023 dan 2,8 persen di 2024 menjadi masing-masing 3,1 persen dan 3 persen.

"Pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan lebih baik dari proyeksi semula di tengah ketidakpastian pasar keuangan yang masih tinggi," ujar Perry Warjiyo pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI di Jakarta, Rabu (21/2).

Seperti dikutip dari Antara, Perry mengatakan perbaikan tersebut didukung oleh menguatnya kinerja ekonomi Amerika Serikat yang memegang share 16 persen dari perekonomian dunia serta India yang semakin berkembang menjadi pemain global di sektor ekonomi.

Namun, ia menuturkan prospek pertumbuhan ekonomi dunia tersebut mungkin dapat turun kembali akibat pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang masih lemah serta kontraksi pertumbuhan ekonomi Inggris dan Jepang yang terjadi dalam dua triwulan belakangan.

Sementara itu, konflik geopolitik yang masih berlanjut hingga kini dapat mengganggu rantai pasokan, meningkatkan harga pangan dan energi, serta menghalangi penurunan laju inflasi global. "Perkembangan ini mengakibatkan ketidakpastian di pasar keuangan dunia masih tinggi," katanya.

Selain itu, suku bunga The Fed yang diperkirakan baru turun pada semester kedua tahun ini karena inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi, sedangkan imbal hasil obligasi Amerika Serikat kembali meningkat sejalan dengan premi risiko jangka panjang.

Perry menyatakan kedua hal tersebut menyebabkan penguatan dollar AS secara global sehingga menahan aliran masuk modal asing dan meningkatkan tekanan pelemah nilai tukar di negara-negara emerging market.

"Kondisi ini memerlukan penguatan respon kebijakan untuk memitigasi dampak negatif hambatan perekonomian global tersebut, termasuk di Indonesia," ucapnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Inacraft Detail Sidebar
Nasional
Mutasi Polri, Pejabat Divpr...
Daerah
Produk UMKM Dipromosikan Le...
Advertisement
FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

FIFA Harus Menyelediki Sepak Bola Gajah yang Dimainkan Singapura dan Malaysia

03 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.